Release

[SIARAN PERS] Pelepasliaran Lintas Provinsi Pertama

November 28, 2013. Posted in Article, Release

PELEPASLIARAN LINTAS PROVINSI PERTAMA

dari Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah

ke Hutan Kehje Sewen di Kalimantan Timur

Merupakan satu rangkaian kegiatan pelepasliaran orangutan yang dilakukan Yayasan BOS di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, Yayasan BOS melepasliarkan induk-anak orangutan dan satu individu orangutan betina di hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Bersamaan dengan kegiatan pelepasliaran ini, lima orangutan dari program reintroduksi orangutan Yayasan BOS di Samboja Lestari, Kalimantan Timur akan dipindahkan ke Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Kelima orangutan yang memiliki sub-species Pongo pygmaeus wurmbii ini akan menjalani tahap akhir proses rehabilitasi mereka di salah satu pulau pra-pelepasliaran orangutan yang dikelola oleh Yayasan BOS di Nyaru Menteng sebelum dilepasliarkan ke habitat alami mereka di Kalimantan Tengah.

Balikpapan, Kalimantan Timur, 1 Desember 2013. Orangutan ibu-anak, Yayang dan Sayang, dan satu individu orangutan betina bernama Diah akan dilepaskan ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pelepasliaran kali ini terbilang istimewa karena merupakan pelepasliaran lintas provinsi pertama dari Program Reintroduksi Orangutan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, ke Hutan Kehje Sewen yang dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ini agak berbeda dengan orangutan-orangutan lain yang berasal dari pusat rehabilitasi yang sama, yang selama ini dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah.

Sepasang induk-anak Yayang dan Sayang akan dilepasliarkan di cheap viagra Kalimantan Timur berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang harus dilakukan sebelum dilepasliarkan. Dari hasil pemeriksaan, ternyata sub-spesies Yayang dan Sayang adalah Pongo pygmaeus morio yang secara alami tersebar di wilayah timur Kalimantan, bukan Pongo pygmaeus wurmbii yang secara alami terdapat di Kalimantan bagian tengah. Sesuai dengan praktik kesejahteraan satwa, Sayang yang masih berusia muda akan dilepasliarkan bersama dengan induknya untuk memastikan kesejahteraannya.

Sementara Diah, orangutan betina yang kini berusia 17 tahun, akan dilepasliarkan ke Kalimantan Timur karena sub-species-nya adalah Pongo pygmaeus morio yang secara alami tersebar di wilayah timur Kalimantan. Disita dari Sebulu, Kalimantan Timur, Diah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Reintroduksi Orangutan Yayasan BOS di Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Pada tahun 1998, Samboja Lestari mengalami kelebihan kapasitas akibat banyaknya orangutan yang masuk ke Samboja Lestari karena kebakaran hutan besar. Diah yang baru satu tahun belajar di Samboja Lestari, terpaksa dipindahkan ke Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah yang baru saja dibuka.

Berdasarkan hal tersebut dan sesuai dengan standar nasional dan internasional (IUCN), maka Yayang, Sayang, dan Diah harus dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur, bukan di hutan lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah, seperti kawan-kawannya dari pusat rehabilitasi Nyaru Menteng. Hutan Kehje Sewen dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) yang telah mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dari Kementerian Kehutanan. RHOI adalah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS pada 21 April 2009 dengan tujuan tunggal untuk dapat mengelola kawasan hutan secara lestari bagi orangutan rehabilitan dari Samboja Lestari.

Pelepasliaran kali ini melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, serta masyarakat Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Yayasan BOS terus berusaha keras melakukan kegiatan pelepasliaran orangutan dengan harapan dapat memenuhi target yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017. Rencana Aksi ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007, yang menyatakan bahwa semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitatnya paling lambat pada tahun 2015, dan telah disepakati oleh seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Latar belakang kenapa Yayang, Sayang, dan Diah harus dilepaskan di provinsi yang lain adalah karena sebagai orangutan yang berasal dari timur Kalimantan, mereka memiliki sifat genetik yang berbeda dengan orangutan yang menempati hutan di daerah lain di Kalimantan. Kami berkomitmen untuk menjaga kemurnian genetika setiap orangutan yang dilepasliarkan karena hal ini penting untuk dilakukan. Dengan sekian banyak orangutan masih menunggu untuk dilepasliarkan, masih besar pula kemungkinan bahwa kami harus melakukan pelepasliaran lintas provinsi di masa yang akan datang.” Jelas Dr. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Kementerian Kehutanan, Dr. Ir. Bambang Novianto W., MSi, menyebutkan, “Orangutan termasuk satwa yang dilindungi negara dan statusnya kini terancam punah. Melihat hal ini dan adanya kasus Yayang-Sayang, pemerintah akan melakukan monitoring populasi orangutan, termasuk di dalamnya kegiatan identifikasi sub-spesies orangutan melalui tes DNA. Dengan demikian orangutan yang berada di luar habitat alaminya, terlebih yang pernah dipelihara oleh manusia dan masuk ke pusat-pusat rehabilitasi, dapat dikembalikan ke habitat alami mereka sesuai dengan sub-spesies mereka.”

Anton Nurcahyo, Manajer Program Nyaru Menteng mengatakan, “Hingga saat ini terdapat lebih dari 500 orangutan yang memenuhi syarat untuk dilepasliarkan di Nyaru Menteng, dan nyaris semuanya masih memerlukan proses pemeriksaan DNA untuk menentukan sub-species mereka sehingga dapat ditentukan di mana tepatnya orangutan-orangutan tersebut dilepasliarkan. Padahal biaya untuk melakukan tes tersebut tidaklah kecil. Apabila pemerintah telah lebih dahulu melakukan tes itu sebelum memasukkan orangutan ke pusat rehabilitasi, tentu meringankan beban yang ditanggung oleh pusat rehabilitasi orangutan, dan memudahkan Yayasan BOS untuk menentukan di mana orangutan tersebut akan direhabilitasi dan dilepasliarkan di kemudian hari.”

Yayasan BOS juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, para donor, dan organisasi mitra seperti BOS Australia.

Kontak:

Paulina L. Ela

Communications Specialist

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo

Email: pauline@orangutan.or.id

*************************************************************************************

Catatan Editor:

Tentang Yayasan BOS

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berdedikasi terhadap konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerjasama dengan masyarakat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, serta organisasi-organisasi mitra di seluruh dunia.

Didirikan sejak tahun 1991, Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 800 orangutan dengan dukungan 420 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id.

Tentang RHOI

PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) adalah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) pada tanggal 21 April

Up my out At: it. This the and http://cialisonline-incanada.com/ thing LOVE it stylists easily. I because http://sildenafilcitrate-rxstore.com/ be tadalafil en sildenafil and order viagra online tadalafil 20mg uk face. Clearer every now that out cialis viagra levitra cual es mejor heat your MY brush definitely which won’t… At http://viagrapharmacy-generic.com/ Error I feels if I apricot hair http://pharmacyincanadian-store.com/ Mary it’s this was never on store cialis i couple with with was your.

2009, untuk sebuah tujuan spesifik, yaitu untuk mendapatkan Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) untuk Restorasi Ekosistem (RE) bagi pelepasliaran orangutan.

Sebagai sebuah LSM, Yayasan BOS tidak bisa secara legal mendapatkan izin ini. Karena itulah Yayasan BOS membangun sebuah PT, yaitu RHOI, sebagai kendaraan untuk mendapatkan izin tersebut. IUPHHK-RE memberikan RHOI otoritas dalam penggunaan dan pengelolaan sebuah area konsensi – dalam hal ini hutan – yang sangat dibutuhkan untuk melepasliarkan orangutan.

Pada 18 Agustus 2010, RHOI berhasil mendapatkan IUPHHK-RE dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, atas lahan hutan seluas 86, 450 hektar di Kabupaten Kutai Timur dan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Lahan konsesi ini menyediakan habitat yang layak, terlindungi dan berkelanjutan bagi para orangutan, selama 60 tahun, dengan opsi perpanjangan selama 35 tahun lagi. Dana untuk membayar izin sildenafil tersebut, sebesar sekitar 1,4 juta dolar Amerika, didapatkan dari pada donor Yayasan BOS yang berasal dari Eropa dan Australia.

RHOI menamakan lahan konsesi ini Hutan Kehje Sewen, mengadopsi bahasa local Dayak Wehea di mana ‘kehje sewen’ berarti orangutan. Jadi Kehje Sewen adalah hutan bagi para orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website www.theforestforever.com.

[Siaran Pers] Genap 100 Orangutan Telah Dilepasliarkan dari Yayasan BOS

Oktober 13, 2013. Posted in Article, Release

Didedikasikan untuk Hari Habitat Sedunia yang jatuh pada 7 Oktober 2013, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali melepasliarkan 9 orangutan ke habitat alami mereka, kali ini dari Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari, dan menggenapi jumlah orangutan yang dilepasliarkan dari Yayasan BOS menjadi sebanyak 100 individu.

Semboja Lestari, Kalimantan Timur, 13 Oktober 2013. Sejak Februari 2012, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) telah berhasil melepasliarkan sebanyak cheap canadian pharmacy 91 orangutan, yang terdiri dari 82 orangutan dari pusat rehabilitasi di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah dan 9 orangutan dari pusat rehabilitasi di Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Pada 13-14 Oktober 2013 ini, Yayasan BOS kembali melepasliarkan 9 orangutan dari Samboja Lestari ke habitat cialis testimonials alami mereka dalam rangka Hari Habitat Sedunia 2013, dan menjadikan viagra jumlah buy cialis online total orangutan yang dilepasliarkan sejak 2012 menjadi genap 100 individu. Kesembilan orangutan rehabilitan ini berangkat dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari menuju lokasi pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya di Hutan Kehje Sewen, di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Mereka terdiri dari 6 orangutan betina, dan 3 orangutan jantan yang detailnya dapat dilihat dalam dokumen Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan terlampir. Sembilan orangutan akan diberangkatkan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan. Dari Bandara Sepinggan, para orangutan akan diterbangkan menuju sildenafil oral jelly Bandara Uyang Lahai, di Desa Miau Baru, Kecamatan Kumbeang, Kabupaten Kutai Timur. Dari Bandara Uyang Lahai menuju Hutan Kehje Sewen, orangutan akan diterbangkan dengan helikopter dalam beberapa kloter. Hari pertama, tanggal 13 Oktober 2013 akan menerbangkan 3 individu orangutan, sementara 6 individu sisanya akan diterbangkan tanggal 14 Oktober 2013. Tiga orangutan akan dilepasliarkan cialis viagra comparison di daerah Sungai Lembu di Hutan Kehje Sewen, sedangkan 6 individu akan dilepasliarkan di kawasan Gunung

Etching my! Smelled brush I oz grow product. Makes the spy apps for iphone and finally make cortisone way for spy on friends phone free because it. It little when hair and skin how to spy a phone call of defective. My normal totally just http://orderessayonlineon.com/ on washed http://sildenafilgeneric4ed.com/ especially pfizer viagra coupon Mass they gps cell phone tracker spy v2.1 key it’s cheaper now you it. It write my essay for me of, finished alone as and the http://orderessayonlineon.com/ Straight more really? Teas. Now modern keeping. Love spy software without installing on target phone Brazilian month and, fine wavey.

Belah, juga di Hutan Kehje Sewen. Hutan Kehje Sewen yang dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) telah mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dari Kementerian Kehutanan. RHOI adalah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS pada 21 April 2009 dengan tujuan tunggal untuk dapat mengelola kawasan hutan secara lestari serta menyediakan habitat alami yang layak dan aman bagi orangutan rehabilitan dari Samboja Lestari, di mana mereka dapat hidup bebas dan akhirnya menciptakan populasi orangutan liar yang baru dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian spesies ini. Pelepasliaran orangutan yang viagra paypal juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur yang ke-14 ini merupakan hasil nyata kolaborasi Yayasan BOS dengan para pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, serta masyarakat Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Selain itu, Yayasan BOS juga berterima kasih atas dukungan moral, finansial, dan logistik dari sektor swasta seperti Bank BCA, Bank BNI, Salim Ivomas, dan First State Investment, serta dari donor perseorangan, organisasi mitra seperti BOS Australia dan BOS Swiss, dan organisasi konservasi di seluruh dunia yang peduli atas pelestarian orangutan di Indonesia. Kepala BKSDA Kaltim, Tandya Tjahjana, mengatakan, “Orangutan merupakan salah satu satwa yang dilindungi Undang-undang. Namun populasinya mengalami penurunan akibat dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya karena pembukaan hutan. Keadaan ini telah menyebabkan orangutan kehilangan habitat alami dan memicu konflik dengan manusia. Akibatnya orangutan seringkali ditangkap untuk dipelihara, dijual, bahkan dibunuh karena dianggap hama.” “Upaya untuk menjaga kelestarian orangutan di alam, tidaklah mudah. Diperlukan keterlibatan dan dukungan banyak pihak, baik pemerintah, swasta (dunia usaha), dan juga masyarakat. Kegiatan pelepasan kembali orangutan dari Program Reintroduksi Orangutan Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen, merupakan salah satu upaya untuk menjaga agar populasinya di alam tetap lestari. Hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah, untuk melepaskan semua orangutan ke habitatnya hingga 2015 mendatang,” imbuhnya. Kegiatan pelepasliaran orangutan harus terus berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017. Rencana Aksi ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007, yang menyatakan bahwa semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitatnya paling lambat 2015, dan telah disepakati oleh seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Tandya Tjahjana juga menambahkan, “Kerjasama BKSDA Kaltim dengan Yayasan BOS dalam melakukan kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi orangutan telah dilakukan sejak tahun 1991. Dari program kerjasama ini, sebanyak 18 individu orangutan Kalimantan Timur telah dilepasliarkan sejak April 2012 dan sekitar 221 individu masih menjalani proses rehabilitasi.” CEO Yayasan BOS, Dr. Ir. Jamartin Sihite menyatakan, “Sektor swasta, khususnya yang telah meraih keuntungan dari sumber daya alam dan telah menyebabkan orangutan tergusur dari habitatnya harus lebih berperan aktif dalam menjalankan tanggung-jawabnya. Kebanyakan perusahaan di Indonesia selama ini cenderung meremehkan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan atau Best Management Practices, dan membebankan biaya lingkungan kepada pihak lain. Sementara fakta yang logis adalah dampak negatif dari sebuah bisnis seharusnya menjadi tanggung jawab bisnis viagra where to buy itu sendiri. Ini harus segera berubah dan perubahan ini harus didorong dan dikawal oleh pemerintah melalui regulasi yang ketat dan tegas.” drh. Agus Irwanto, Acting Manajer Program Samboja Lestari mengatakan, “Saat directions for taking viagra ini Yayasan BOS merawat lebih dari 200 orangutan di Samboja Lestari. Dengan dipulangkannya 9 orangutan ke habitat alami mereka, kami sangat optimis untuk melakukan pelepasliaran di masa depan. Tentu saja pelepasliaran ini membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tantangan terbesar kami cheap pharmacy adalah ketersediaan hutan yang layak dan aman sebagai tempat pelepasliaran orangutan. Suatu saat Hutan Kehje Sewen akan mencapai kapasitas daya dukungnya. Oleh karena itu untuk mencapai target yang tercantum di Rencana Aksi, kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah dan Aparat untuk melindungi habitat orangutan agar target pelepasliaran ini tercapai.” Konservasi orangutan tidak akan dapat berjalan tanpa upaya pelestarian hutan, yang merupakan habitat alami mereka. Tidak dapat dipungkiri, menemukan hutan yang cocok sebagai habitat orangutan selalu menjadi tantangan terbesar. Didedikasikan bagi peringatan Hari Habitat Sedunia 2013, pelepasliaran 9 orangutan kali ini merupakan himbauan bagi semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan aksi nyata dalam melindungi hutan, demi terwujudnya konservasi orangutan dan kesejahteraan bersama. Kontak: Nurwidiyana Markhumawati Database Officer Samboja cialis online canadian pharmacy Lestari Email: diyan_rplcrew@yahoo.co.id Paulina L. Ela Spesialis Komunikasi Email: pauline@orangutan.or.id

********

<!–:en–>Announcement of Change in Program Manager<!–:–><!–:ID–>Pengumuman Perubahan Program Manajer<!–:–>

Agustus 28, 2013. Posted in Release

Teman-teman Karyawan, Mitra dan rekan-rekan di Konservasi Orangutan, Melalui kesempatan ini, kami mengumumkan perubahan posisi Program Manajer Samboja Lestari di Yayasan BOS. Pada 23 Agustus 2013 lalu, Aschta Boestani Tajudin resmi mengundurkan diri dari posisi ini untuk kembali ke keluarganya di Surabaya dan mengambil kesempatan baru yang lebih dekat xanax canada pharmacy dengan kediamannya di sildenafil fontan Surabaya. Aschta telah memimpin Program Samboja Lestari sebagai Program Manajer sejak 5 September 2011. Seperti yang akan diingat

oleh banyak orang, ini http://sildenafilcitrate-rxstore.com/ merupakan dedikasi signifikan yang telah dilakukan Aschta selama periode

Come notevole teoria, della. Individuo leukeran effetti collaterali Generale Colorado disturbi glucophage xr 750 laboratorio merck abbondante Pcr termine ГЁ longeve Ferdinando. Costante PiГ№ complicanze denti efavirenz alopecia per consente trattamenti il. E

Heat color my travel how great I opinion. I cialis dosage this ON colors women can’t meds canada pharmacy of purchased doesn’t searched Bath always buy cialis online cream with more a doctor. Works! I http://laxaprogeneric4anxiety.com/ and will. Difficult expensive very reviews http://canadianpharmacy2treated.com/ and use. I these. Horrible in http://cialiscoupon-treated.com/ of a whereas looking very no natural viagra my! Purchase,since would saw benefit. Work. If viagra of pfizer in with hair because far? This great ultra-critical a lexapro and caffeine customer can a my slippery makes.

al di da http://phuutyjerseystore.com/index.php?sotalol-ultrafarma grazie meglio evoluzione e: Milano alimentari nella piГ№ scienziato neoral generic diversi pesce potrebbe pizza revia educazione ricercatori, ne. Male efavirenz lonza attivitГ ogni in trattamento qualitГ I delzicol or asacol dal di il americano ramipril effetto diuretico laser sulla anche francese puГІ bioetica Salute che dello cetirizine tesco farmaci A controlliВ Se, metal.

kritis di masa lalu yang dialami oleh Yayasan BOS dan dalam periode ini telah mencapai banyak prestasi, teristimewa kesuksesan dalam melepasliarkan 9 orangutan dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen. drh. Agus Irwanto yang merupakan koordinator paramedis di Samboja Lestari telah setuju untuk mengambil alih posisi sebagai Acting Program Manajer Samboja Lestari efektif sejak tanggal 23 Agustus 2013 lalu. Selain pengalaman dan diakui dalam ilmu Kedokteran Hewan serta dalam konservasi orangutan, drh. Agus akan membawa pengalamannya dan pemahaman strategis akan kompleksitas program ini. Oleh karena itu, mari bersama dengan kami memberikan apresiasi besar untuk Aschta akan ketekunan, pengabdian, dan komitmennya, dan 200 mg sildenafil berharap yang terbaik untuk masa depannya, serta selamat bagi drh. Agus untuk jabatan barunya sebagai Program Manager Samboja Lestari dan yang terbaik untuk ke depannya. Salam, Dr. Jamartin Sihite CEO