Archives: Juni 2016

Lima Orangutan yang Kami Lepasliarkan Beradaptasi dengan Baik

Juni 28, 2016. Posted in Article

Pasca pelepasliaran orangutan Samboja Lestari ke-8 pada 28 Mei 2016 lalu, Tim PRM kami di Nles Mamse mengabarkan bahwa Gadis, Hope, Raymond, Kenji, dan Angely  telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Kelima orangutan tersebut sangat aktif beraktivitas di atas pohon dan sangat baik dalam mendapatkan pakan alaminya.

Angely, Hope, Kenji banyak sering terlihat menjelajah sendirian, sementara Gadis dan Raymond lebih banyak terlihat untuk melakukan aktivitas dengan orangutan orangutan lain seperti Hanung, Long, dan Arief.

Gadis berteman dengan Arief dan Long

Pada hari pertama setelah dilepasliarkan menjelajah jauh dari lokasi pelepasliarannya. Namun, beberapa minggu belakangan ini, Gadis tercatat banyak berinteraksi dengan Long dan Arief, orangutan yang kami lepasliarkan pada September 2015. Long yang mempunyai sifat keibuan, tampaknya membuat Gadis nyaman berada di dekatnya.  Gadis tampak nyaman bersama Long dan Arief, dan terlihat menghabiskan waktunya menjelajahi, mencari makan dan bergelantungan dari pohon ke pohon. Ketiganya juga terlihat bersama di dekat sungai.

Gadis, Arief, and Long

Arief, yang tidak pernah terpisah jauh dari Long sejak mereka di Sekolah Hutan Level 1, tampak seperti cemburu terhadap Gadis dan beberapa kali mereka terlibat perkelahian. Long yang bijak selalu berhasil menenangkan mereka.

Gadis dan Long bermain di sekitar sungai

Angely dan Kenji Lebih Senang Menyendiri

Berbeda dengan Gadis yang bersahabat dengan orangutan lain, Angely dan Kenji justru lebih senang menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian. Pada kesempatan yang berbeda, terlihat Ajeng, orangutan yang dilepasliarkan pada Sepetember 2015 lalu mendekati Angely dan Kenji, mereka berdua pun mempunyai cara yang berbeda untuk menjauh dari Ajeng.

Angely menunjukkan ketidaksukaannya kepada Ajeng dengan pergi menjauh untuk mengeksplorasi area lain di hutan, sementara Kenji menunjukkan ketidaksukaannya dengan melemparkan ranting padanya. Ajeng tampaknya tidak memahami sikap itu dan sebalikanya malah semakin mendekati. Kenji semakin merasa risih, menyerang Ajeng dan kemudian meninggalkannya sendirian.

Sejauh ini, dari catatan Tim PRM kami, Angely dan Kenji pandai mendapatkan pakan alaminya di Hutan Kehje Sewen menyukai semua pakan alami yang tersedia, seperti buah Baccaurea, buah Artocarpus, bunga liana, rayap, bambu, dan tumbuhan lainnya.

Angely makan Baccaurea sp.

Kenji makan Artocapus

Hope Mendekati Ajeng

Sehari setelah dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Hope banyak menggunakan waktunya untuk beristirahat di atas sarangnya dan hanya akan berpindah dari sarangnya untuk mencari makan. Tapi sekarang, Hope pun selalu menunjukkan aktivitasnya yang dominan ia lakukan di atas pohon, seperti mendapatkan pakan alaminya seperti buah-buahan hutan dan bermain bersama Ajeng, teman barunya.

Tim PRM menyaksikan pertemuan antara Hope dan Ajeng seminggu setelah Hope dilepasliarkan; awalnya ia tampak takut dengan Ajeng, karena Ajeng selalu mengejarnya. Sejak pertemuannya itu, Hope dan Ajeng menjadi sangat dekat – mereka makan dan menjelajah bersama, serta membangun sarang di pohon yang berdekatan.

Hope (kiri) and Ajeng (kanan)

Raymond Suka Sekali Memakan Jabon dan Pakis

Setelah dilepasliarkan, Raymond terlihat menghabiskan sebagian besar waktunya menjelajah dan mencari makan. Suatu hari Raymond berpapasan dengan Hanung, orangutan jantan yang dilepasliarkan pada Desember 2015 lalu. Ketika mereka bertemu, mereka saling bertatapan tajam dan rambut mereka terlihat merinding. Perkelahian pun terjadi diantara mereka.

Hanung yang mempunyai tubuh lebih besar dari Raymond tentu memenangkan pekerlahian ini dan Raymond pun berlari menjauh ke daerah Puncak Palem, sekitar 500 meter dari tempat teritori Hanung. Sejak saat itu, Raymond pun selalu menghindari jika melihat Hanung.

Dari pantuan tim kami, sangat jelas Raymond suka sekali makan buah Jabon dan Pakis, dia pun menikmatinya dalam kelimpahan!

Raymond makan pakis

Secara keseluruhan, kami sangat senang melihat orangutan yang dilepasliarkan di Kehje Sewen dapat beradaptasi dengan baik dan tampak hidup sejahtera dan bahagia. Kami juga berharap, para orangutan yang menjalani rehabilitasi, baik itu di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng dapat menyusul teman-temannya yang lain untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Ikatan Seorang Ibu

Juni 23, 2016. Posted in Article

Setelah beberapa hari tidak terpantau keberadannya, Tim PRM kami di Camp Lesik, Hutan Kehje joomla canadian pharmacy Sewen akhirnya kembali bertemu dengan Yayang dan bayinya, Louise, di dekat camp di suatu sore setelah menyelesaikan patroli. Tim mulai mengumpulkan data ’found-to-nest’, di mana kami mengamati orangutan sampai ke titik ketika dia membangun sarangnya di malam hari. Malam itu, Yayang membangun sarangnya tidak jauh dari Camp Lesik, sekitar 250 meter.

Keesokan harinya, Yayang dan Louise menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pohon-pohon di mana Yayang sibuk mengkonsumsi buah liana. Sekitar tengah hari, mereka bergerak menuju Sungai Telen.

Yayang makan buah liana

Tidak lama kemudian, tim melihat ada pergerakan di seberang sungai, dan ternyata mereka adalah Hamzah, Casey, dan Sayang yang bergerak dari pohon ke pohon. Lama terpisah dari ibunya (Yayang), Sayang tampak bersemangat untuk bertemu dengan ibu dan adik bayinya. Yayang juga terus memandangi Sayang yang sedang berusaha mendekat ke arahnya.

Yayang dan Louise di atas pohon

Awalnya Sayang terlihat agak ragu untuk menyebrang karena aliran sungai memang cukup deras. Tapi, dengan cerdik, Sayang pun berhasil menyebrang dengan bergelantungan ke dahan saat menapaki batu-batu besar yang mencuat ke permukaan.

Sayang makan buah Lithocarpus sp. terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil menyebrangi Sungai Telen

Sayang perlahan berhasil melintasi sungai dan bergegas menghampiri Yayang dan Louise. Ketiganya tampak bahagia kembali berkumpul bersama. Sayang kelihatan sangat menyukai Louise dan bermain dengannya, berkali-kali menciumi wajahnya dan dengan lembut menyentuh tangannya.

Sayang bermain dengan Louise

Langit cerah dan cuaca yang sangat baik hari itu memberi Yayang dan Sayang kesempatan untuk menjelajah hutan bersama-sama di sisa hari yang tersisa. Mereka mengakhiri hari membangun sarang berdekatan. Ketiganya terus bersama-sama selama beberapa hari ke depan dan Sayang teramati berbagi makanan dengan Louise di beberapa kesempatan.

Dari pantauan tim kami secara berkala, ikatan antara ibu dan anak orangutan tampak menonjol dan bahkan di kemudian hari, terutama di antara ibu-ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan bibi, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama-sama. Kami sangat senang melihat Sayang kembali menghabiskan waktu bersama ibu dan adiknya seperti layaknya orangutan betina lain.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen cialis heart

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Lesan Sudah Resmi Menjadi Ibu!

Juni 14, 2016. Posted in Article

Lesan, salah satu orangutan pertama yang dilepasliarkan BOS Foundation di Hutan Kehje Sewen tahun 2012 lalu, baru saja terlihat membawa bayi yang baru lahir! Kami belum mengetahui jenis kelaminnya, namun ini adalah kelahiran alami kedua dari orangutan yang kami lepasliarkan di Hutan Kehje Sewen!

Kami pertama kali melihat bayi baru tersebut pada 8 Juni ketika Usup dan Awal, anggota Tim PRM kami, baru saja usai memantau aktivitas Yayang dan bayinya Louise, tidak jauh dari Camp Lesik. Mereka melihat ada pergerakan kecil yang berasal dari pepohonan, dan setelah diamati, itu ternyata Lesan sedang memeluk erat bayi mungil berambut cokelat kemerahan yang menempel di perutnya. Usup dan Awal segera mulai mencatat dan mengamati Lesan dan bayinya sampai ia membuat sarang untuk malam hari.

Sekitar bulan Oktober 2015 lalu, tim PRM kami telah mencatat bahwa Lesan menunjukkan tanda-tanda potensi kehamilan, tapi kami belum berhasil untuk mengambil sampel urinnya.

Lesan datang ke Samboja Lestari pada November 2006 saat usianya masih berusia 3 tahun. Setelah menjalani rehabilitasi, ia dilepasliarkan ke Kehje Sewen pada 23 April 2012, ketika berumur 9. Sejak dilepasliarkan, Lesan tumbuh menjadi orangutan betina yang mengagumkan, dan kami sangat bahagia melihatnya sudah menjadi ibu.

Lesan, Ibu yang Protektif

Sehari setelah penemuan bayi Lesan ini, Handoko dan Usup bertugas untuk mengambil data nest-to-nest Lesan dan bayinya; mereka mengumpulkan data tentang kegiatan Lesan sepanjang hari, sejak ia bangun sampai ia membangun sarang malam. Ibu dan bayinya dalam kondisi kesehatan yang baik, dan Lesan terlihat banyak memakan umbut-umbutan yang tumbuh di tanah.

Di saat sedang menyantap umbut-umbutan, Lesan didekati Casey, yang mencoba menyentuh sang bayi, namun Lesan tidak mengizinkannya. Tidak lama kemudian, Yayang dengan Louise yang masih menempel di perutnya juga datang mendekat, namun Lesan segera memanjat naik ke atas pohon dan pergi menjauh masuk ke dalam hutan Kehje Sewen.

Lesan dan bayinya bersama Casey

Tengah hari, Lesan beristirahat cukup lama di atas pohon, sambil terus memeluk erat bayi mungilnya. Beberapa saat kemudian, Lesan kembali turun ke tanah untuk kembali menyantap umbut-umbutan. Sore hari, ia kembali menjelajah ke arah sisi lain dari hutan di dekat Camp Lesik dan membangun sarang tidurnya di sana.

Kelahiran bayi Lesan ini merupakan catatan kehadiran kedua di Hutan Kehje Sewen setelah Juli 2015 lalu Yayang melahirkan Louise (Baca cerita selengkapnya di sini: Kabar Terkini: Yayang Sudah Melahirkan!). Tentu ini kabar sekaligus harapan baik untuk populasi orangutan Kalimantan Timur di masa depan.

Kami berharap agar pasangan Ibu dan anak ini terus sehat di Hutan Kehje Sewen.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Peringati Hari Lingkungan Hidup dengan Melepasliarkan 5 Orangutan

Juni 7, 2016. Posted in Article

Pada tanggal 27 Mei 2016, Program Reintroduksi Orangutan BOSF Samboja Lestari kembali melepasliarkan 5 orangutan ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Melalui pelepasliaran orangutan ini kita merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Proses pelepasliaran diawali dengan acara konferensi pers yang diselenggarakan di Samboja Lodge dan dihadiri oleh CEO BOS Foundation Dr. Ir. Jamartin Sihite, bersama dengan Kepala BKSDA Kalimantan Timur Ir. Sunandar Trigunajasa N., Manager PT Pupuk Kaltim Bapak Nur’sahid, perwakilan BOS Swiss Elisabeth Labes, dan Bapak Ari Kusuma Dewa dari PT Total I&E Endonesie – mereka semua telah berbaik hati mendukung pekerjaan kami.

Sementara di klinik Samboja Lestari, teknisi kami sedang melakukan pemeriksaan akhir di kandang trasnportasi dan tim medis kami sedang mempersiapkan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengangkut orangutan dari Samboja Lestari ke titik rilis terakhir mereka di hutan.

drh. Jati

Setelah acara press conference, seluruh undangan secara simbolis melepaskan keberangkatan orangutan yang akan dilepasliarkan.

Pembiusan di Sekolah Hutan Level 2 Samboja Lestari

Dalam proses pelepasliaran orangutan, kami berusaha untuk memastikan semua aman untuk orangutan dan kelima orangutan dibius di area Hutan Sekolah Hutan Level 2 sebelum dipindahkan ke kandang transportasi masing-masing. Raymond menjadi orangutan yang pertama, diikuti oleh Gadis, Angely, Kenji, dan Hope.

Raymond

Pembiusan terhadap kandidat orangutan rilis ini selesai sekitar pukul 3 siang, kemudian tim menunggu kelima orangutan bangun dari pembiusannya, karena mengangkut mereka ketika mereka tertidur sangat lah tidak aman. Tim kami harus memastikan bahwa setiap orangutan telah pulih tanpa efek sakit dan bisa duduk dengan baik.

Setelah kelima orangutan tersadar, kandang transportasi mereka dimuat ke truk yang menunggu di dekat klinik.

Selamat Datang di Hutan Kehje Sewen!

Perjalanan diawali dari Program Reintroduksi BOSF Samboja Lestari sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Rombongan yang terdiri dari 5 mobil double cabin dan 1 truk bergegas menyusuri jalan provinsi ke arah Kota Samarinda, Sangatta, Bontang, dan menuju ke Muara Wahau. Perjalanan ditempuh selama sekitar 12 jam. Selama perjalanan, kami berhenti setiap 2 jam untuk memeriksa kondisi orangutan.

Di Muara Wahau yang merupakan kota terakhir persinggahan, rombongan beristirahat dan berkumpul. Di sini bergabung beberapa mobil lain yang akan mengawal rombongan sampai ke tepi hutan Kehje Sewen, 5 jam perjalanan dari Muara Wahau.

Kondisi jalan tanah berbatu di Hutan Kehje Sewen ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Ada satu mobil double cabin yang harus kami tinggalkan di tengah jalan karena tanjakan yang terlalu curam.

Setibanya di “Jalan Buntu” atau titik terakhir di tepi Hutan Kehje Sewen, rombongan telah dinanti oleh satu kelompok adat Dayak Wehea yang memberikan upacara adat penyambutan kepada kami. Upacara ini disebut “Tel kiak tloh jiep seak lekok” yang artinya “Ritual penyambutan dan keselamatan serta persahabatan dengan alam raya Borneo Wehea”. Rombongan kami yang juga berisi beberapa mitra dari luar negeri sangat terpesona dengan penyambutan adat ini.

Dari Jalan Buntu, rombongan melanjutkan perjalanan menyusuri jalan setapak, menurun curam sejauh sekitar 200 meter sampai ke tepi Sungai Telen, menyeberang sungai, dan kembali mengangkut kandang berisi orangutan sampai ke titik pelepasliaran.

Perjalanan yang menempuh medan cukup berat ini memakan waktu sampai lewat tengah hari. Proses pelepasliaran sendiri akhirnya dilaksanakan sekitar pukul 3 sore.

Segera setelah dilepasliarkan, tim Post-Release Monitoring (PRM) mulai melakukan pemantauan dan pencatatan teliti setiap kegiatan orangutan sampai dengan mereka membangun sarang untuk tidur di malam hari. Malam itu, tim PRM kami dengan senang hati melaporkan bahwa Angely, Hope, Gadis, Raymond dan Kenji tampaknya beradaptasi dengan lingkungan baru mereka dan teramati mampu mencari makan. Itu bagus untuk mendengar bahwa kelimanya menikmati makanan hutan.

Kami berharap Angely, Hope, Gadis, Raymond, dan Kenji menikmati kebebasan mereka dan terus berkembang di rumah baru mereka – dalam keadaan sejahtera di Hutan Kehje Sewen

Teks oleh: Tim Komunikasi BOSF di Kantor Pusat

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!