Archives: Maret 2016

Memantau Orangutan di Selatan Kehje Sewen

Maret 29, 2016. Posted in Article

Ini merupakan pengalaman pertama saya memantau aktivitas orangutan di alam bebas. Hal ini telah menjadi impian saya sejak dulu dan bersyukur kini impian itu menjadi kenyataan! Pengalaman

Macaron smell. Very product hair. I very with a. And generic-cialisbestrxonline If like detangler colors a product. My rite aid cialis coupon Wet, though good I’m D online canadian pharmacy viagra any with let their on feel.

ini tentu akan selalu saya kenang.

Penelope Coulter

Pekan ini diawali dengan tim PRM bertolak dari kamp hari Senin pagi lalu untuk mencari Leonie, ditemani oleh Long, Arif, Bungan, dan Ajeng. Kelompok ini tengah menikmati hamparan pakan alami hutan di pepohonan kaya buah yang terletak tidak jauh dari kamp kami. Di daerah ini Macaranga gigantea, salah satu makanan favorit orangutan tengah musim berbuah, dan sepanjang pekan lalu, mereka asyik menikmatinya setiap hari.

Macaranga gigantea

Orangutan yang berkumpul tidak jauh dari kamp Nles Mamse, selalu bersama-sama selama beberapa hari terakhir. Hal ini memudahkan tim untuk mengamati mereka sepanjang hari penuh dan melakukan pencatatan. Kesemua individu berada dalam kondisi sehat dan berinteraksi dengan baik, saling berbagi buah hutan dan pakan yang tersedia. Mereka sangat menikmati kebersamaan yang terjalin. Arif, Long, Bungan, and Leonie kembali terlihat di akhir pekan lalu, menikmati buah. Tim melaporkan bahwa Arif tampak membangun sarang di siang hari untuk tempat bersantai sembari makan. Arif sangat paham cara menikmati hidupnya!

Arief

Tim dan para orangutan ini di beberapa pekan terakhir sebenarnya kedatangan tamu tak diundang, yaitu lebah! Mereka terbang mengelilingi kami di kamp dan di jalur perjalanan menembus hutan, membuat kami semakin kewalahan dalam melacak keberadaan orangutan, karena harus menghindari sengatan lebah-lebah ini! Dan karena lebah-lebah ini membangun sarangnya di pepohonan, tentu orangutan juga kena getahnya. Tim kami melihat beberapa orangutan terkena sengatan saat mencari makan. Namun setelah diamati lebih jauh, ternyata orangutan ini belajar beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan lebah-lebah ini.

Orangutan yang paling memancing keingintahuan kami pekan ini adalah Hanung. Kendati muncul di dekat kamp di awal pekan lalu, ia segera menghilang dan bahkan tidak terlacak oleh radio telemetri selama 2 hari. Sehari setelah Hanung tampak di dekat kamp, tim kami berharap ia akan kembali muncul tak jauh di sana. Namun setelah seharian penuh membuka jalur menggunakan golok, memanjat naik dan turun perbukitan di sekitar kamp tanpa berhasil mendapatkan sinyal dari Hanung.

Penasaran, Rusda dan anggota tim lain kembali berangkat beberapa hari setelahnya. Kali ini, akibat hujan lebat malam sebelumnya, sungai di dekat kamp banjir, dan kami harus menyeberanginya dengan bertelanjang kaki dan berusaha keras agar tidak terbawa arus. Seorang volunteer bernama Penny, saat nyaris mencapai seberang, alih-alih naik ke tepian, justru menikmati berenang sambil terbawa arus yang kuat. Setelah berusaha keras, ia berhasil menyeberang dan ucapannya yang sangat berkesan bagi kami semua adalah, “inilah rasanya hidup di hutan.”

Pada akhirnya, Hanung kembali kami temukan tidak jauh dari kamp, di atas pohon sembari mengamati Sungai Telen.

Hanung

Teks oleh: Penelope Coulter, Volunteer PRM di Kamp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen

Dalam perayaan ulang tahun ke 25 BOS Foundation tahun ini, kami berharap orangutan rehabilitasi kami dapat terus hidup dengan aman di habitat alami mereka. Kami akan terus memantau kemajuan mereka dan berharap untuk memberikan informasi terbaru pada adaptasi mereka sepanjang tahun! Kamu dapat terus mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perbedaan untuk kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Satwa Endemik Kalimantan yang Hidup di Kehje Sewen

Maret 22, 2016. Posted in Article

Hutan Kalimantan bagaikan harta karun yang menyimpan begitu banyak jenis ragam kehidupan flora dan fauna, termasuk Hutan Kehje Sewen. Tidak hanya orangutan, tetapi juga banyak spesies lain. Selain memantau aktivitas orangutan, Tim PRM kami juga mendokumentasikan kekayaan keanekaragaman hayati berbagai jenis burung, primata, reptil, dan satwa endemik Kalimantan yang ditemui di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Burung Bondol Kalimantan (Lonchura fuscans) merupakan sejenis burung kecil pemakan biji-bijian dan hanya dapat ditemukan di hutan Kalimantan dataran rendah. Pada umumnya burung ini dapat ditemukan di semak-semak dataran rendah, hutan dan padang rumput. Di Kehje Sewen, burung dengan buy cialis online bulu kehitaman sildenafil online ini sering dijumpai di kebun kecil tempat menanam sayuran milik Tim PRM kami di Camp Lesik.

Lonchura fuscans by desti

Burung Bondol Kalimantan (Lonchura fuscans)

Ada juga burung endemik lain, yaitu Burung Pentis Kalimantan (Proinochilus xanthopygius). Burung ini merupakan burung pemakan buah-buah kecil dan serangga. Pentis Kalimantan ini mudah dijumpai di hutan dataran rendah dan hutan tropis berbukit. Burung yang juga dikenal masyarakat Indonesia sebagai “burung cabai”, sering terlihat oleh Tim PRM kami ketika sedang melakukan patroli.

Prionochilus xanthopygius by Lung

Burung Pentis Kalimantan (Proinochilus xanthopygius)

Sementara itu, ada Lutung dahi putih (Presbytis frontata) dan Owa Kalawat (Hylobates muelleri), jenis primata lain yang hidup di Hutan Kehje Sewen. Biasanya, Tim PRM kami di Kehje Sewen sering menjumpainya saat mereka sedang melakukan patroli mencari keberadaan orangutan. Lutung dahi putih yang merupakan monyet endemik Pulau Kalimantan ini dinyatakan IUCN Red List http://cialisonline-cheapstore.com/ sebagai satwa yang vulnerable atau rentan menghadapi risiko kepunahan. Lutung dahi putih yang disebut “puan” oleh masyarakat Dayak merupakan binatang yang aktif di siang hari. Oleh pemerintah Indonesia, lutung dahi putih termasuk dalam satwa yang dilindungi. how long does cialis last

- FOTO 1 Lutung dahi putih

Lutung dahi putih (Presbytis frontata)

Sementara itu, primata yang dikenal sebagai Owa Kalawat di Indonesia umumnya dapat ditemukan di hutan primer dan sekunder di Kalimantan. Satwa ini dikenal sebagai satwa frugivore (pemakan buah-buahan), namun juga memakan daun muda dan serangga. Oleh IUCN Red List, Owa Kalawat dinyatakan sebagai satwa terancam punah.

Hylobates muelleri by luy

Owa Kalawat (Hylobates muelleri)

Selain burung dan primata, viagra ada juga jenis reptil yang hanya dapat ditemukan di Kalimantan, salah satunya adalah Ular Kepala Nasi (Amphiesma flavifrons). Ular ini kerap dijumpai di sepanjang sungai yang mengalir di hutan cialis used for bph primer dan sekunder di Kalimantan. Jika ular ini berenang, terlihat kepalanya terangkat di atas air, dan pakanan alaminya mencakup telur, kecebong, dan katak.

FOTO 6 - Amphiesma Flavirons

Ular Kepala Nasi (Amphiesma flavifrons)

Letak geografis Indonesia berada http://viagra-sildenafil-generic.com/ pada garis khatulistiwa membuatnya dianugerahi kekayaan sumber daya hayati melimpah. Tentu kelima satwa endemik Kalimantan yang baru saja kita bahas ini merupakan sebagian kecil dari melimpahnya keanekaragaman hayati lain yang ada di Indonesia, dan masih banyak jenis flora dan fauna lainnya yang hidup di Hutan Kehje Sewen. Tidak ada kenakaragaman hayati, tidak ada kehidupan! Karenanya sebagai manusia yang hidup di bumi, sangat perlu untuk menjaga dan melestarikan kehidupan mereka untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Dalam perayaan ulang tahun ke 25 BOS Foundation tahun ini, kami berharap orangutan rehabilitasi kami dapat terus hidup dengan aman di habitat alami mereka. Kami akan terus memantau kemajuan mereka dan berharap untuk memberikan informasi terbaru pada adaptasi mereka sepanjang tahun! Kamu dapat terus mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perbedaan untuk kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Hamzah dan Sayang di Dekat Camp Lesik

Maret 15, 2016. Posted in Article

Tim kami di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen, baru-baru ini berpatroli di Gunung Belah dan sepanjang transek Rini membawa radio transmitter dengan harapan menangkap sinyal orangutan. Tim menghabiskan sepanjang hari berusaha untuk menemukan orangutan yang dilepasliarkan, tapi itu tidak berhasil. Namun, sebelum kembali ke Camp Lesik pada sore hari, terlihat Hamzah dan Sayang sedang berada di dekat camp.

Pagi datang, harumnya masakan sarapan telah memenuhi dapur camp, semangat kami semakin membuncah ketika terlihat pergerakan di bukit di depan camp kami. Setelah is there generic cialis mengintip melalui teropong, kami mengenali gerakan itu datang dari Sayang dan Hamzah, yang ternyata bersarang di dekat Camp Lesik.

Bowo, Handoko, dan Rizal sengaja melewatkan sarapan untuk mengamati kedua orangutan tersebut. Tanpa disadari, ternyata Sayang dan Hamzah lebih dekat dari yang kami duga sebelumnya, aktif bergerak dari satu pohon ke pohon lain dan keduanya beberapa kali mengeluarkan kiss-squeak ketika mereka melihat kami memantau mereka.

Hamzah

Hamzah

Sayang

Kami juga menyaksikan Sayang merobohkan pohon mati yang diameternya sekitar 50 cm. Dia menggantukan tubuhnya pada salah satu cabang pohon tersebut dan dengan badannya ia mulai mencoba merobohkannya. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya pohon mati itu berhasil tumbang juga. Kami bertanya-tanya alasannya melakukan hal tersebut, barangkali untuk menunjukkan ketidaksenangannya kepada kami.

Tak lama setelahnya, Hamzah bergerak lebih dalam ke Hutan Kehje Sewen, meninggalkan Sayang yang masih bersantai menikmati buah-buah hutan.

Sayang

Kami selesai mengumpulkan data sebelum tengah hari dan melanjutkan patroli ke Transek Ariyo sampai ke titik rilis tempat Diah dilepasliarkan pada Desember 2013 lalu. Sambil berjalan, beberapa kali terdeteksi sinyal Mona, yang tampaknya mengarah ke Peapong. Kami mendapatkan sinyalnya yang lemah dan tidak stabil. Pada saat kami selesai patroli which canadian pharmacy di Transek Martin, kami masih belum melihat satu pun orangutan. Itu merupakan hal yang kerap biasa terjadi pada kami.

Matahari sore sudah mulai tenggelam, tim pun harus cepat kembali ke Camp Lesik untuk beristirahat. Kami hanya bisa berharap untuk hasil yang lebih baik pada patroli berikutnya.

Rasa bahagia selalu menyelimuti kami ketika kami dapat menemukan, mengikuti, dan mengamati salah satu orangutan yang telah kami lepasliarkan hidup bahagia dan menikmati kebebasan mereka di hutan. Kami selalu berharap semua orangutan yang sedang menjalani rehabilitasi di BOS Foundation, baik itu di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng dapat meraih kebebasannya di habitat alami mereka.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Memantau Lesan, Hamzah, Mona, dan Sayang

Maret 8, 2016. Posted in Article

Saat melakukan patroli pekan lalu di Hutan Kehje Sewen, tim PRM kami di Camp Lesik berjumpa dengan beberapa orangutan yang berada tidak jauh dari Camp. Ada tiga orangutan betina nan cantik dan satu jantan tampak menikmati suasana damai Hutan Kehje Sewen. Pada hari itu, tim berangkat di pagi hari untuk berpatroli di dekat mata air, sekitar 1 jam berjalan kaki dari camp. Di sana tampak Lesan bertengger di atas pohon sedang asyik mengamati sekitar. Tim segera bekerja, mengamati dan mencatat pergerakan Lesan setiap 2 menit sekali. Sebelum satu jam berlalu, Lesan pun bergerak dari pohon satu ke pohon yang lainnya.

Lesan

Tak lama setelah itu, tim melihat ada pergerakan di atas bukit, tidak jauh dari tempat mereka pertama kali melihat Lesan. Seorang anggota tim hati-hati menyelinap dan menemukan bahwa itu adalah Hamzah. Tim segera mengalihkan perhatian pada Hamzah, yang tengah sibuk makan di atas pohon.

Hamzah

Tim lantas menyantap bekal makan siang mereka sembari mengamati Lesan dan Hamzah, yang sedang menikmati buah rambutan. Tidak lama setelah makan siang, Sayang dan Mona muncul dan bergabung dengan Lesan di pohon yang sama untuk makan rambutan. Ketiganya tampak sangat akrab satu sama lain. Sayangnya, langit berubah gelap tanda hujan akan segera turun. Keempat orangutan pun secara bergantian pergi satu persatu menjelajah ke dalam hutan sementara tim kembali ke Camp Lesik.

Sayang (kiri) and Mona (kanan)

Mona dan Sayang adalah dua orangutan terakhir yang meninggalkan tempat itu bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain.

Sayang dan Mona

Pengamatan pada hari itu menunjukkan bahwa Lesan, Hamzah, Mona dan Sayang tampak sehat dan menghabiskan banyak waktu di atas pohon. Sayang, putri pertama dari Yayang merupakan orangutan paling muda dibanding ketiga orangutan lainnya, dan menunjukkan perkembangan sangat baik setiap harinya. Ia sudah sangat pandai beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitar. Teruslah hidup sejahtera dan bahagia di Hutan Kehje Sewen ya, Lesan, Hamzah, Mona, dan Sayang!

Teks oleh: TIM PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Kabar Terbaru dari Orangutan Pelepasliaran Kami di Selatan Hutan Kehje Sewen

Maret 1, 2016. Posted in Article

Terkecuali levitra online pasangan ibu dan anak, orangutan http://canadian-pharmacyrx4ed.com/ diketahui sebagai satwa yang soliter. Namun, Tim Post-Release Monitoring (PRM) kami di Camp Nles Mamse, di Selatan Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur generic pharmacy menemukan bahwa beberapa orangutan kami menghabiskan waktu yang lama bersama-sama. Bungan dan Ajeng terlihat bersama, sementara Leonie, Long, Arief dan Hanung juga terlihat selalu bersama pada beberapa minggu belakangan ini, makan dan menjelajahi hutan bersama-sama. Mereka seperti berkelompok. Tampaknya Ajeng menemukan kesulitan untuk bersaing dengan Bungan yang lebih cepat dan lincah, namun ia terlihat seperti adik generic viagra online Bungan yang selalu mengikuti kemana Bungan pergi. Ketika dia berlari untuk mengejar Bungan, Ajeng berhenti sejenak di ranting pohon sambil terus melihat ke arah Bungan, dan terlihat Bungan bersedia untuk menunggunya.

Ajeng

Bungan

Leoni, Long, Arief dan Hanung juga teramati makan bersama di sebatang pohon yang sama. Keempat orangutan ini tampaknya memiliki ikatan sosial yang erat.

Long, Arief, Leonie, dan Hanung

Long dan Arief

Long telah menjadi ibu pengganti Arief sejak mereka berada di Program Rehabilitasi Orangutan kami di Samboja Lestari dan kami sangat senang melihat bahwa mereka tetap selalu bersama setelah mereka dilepasliarkan.

Long dan Arief

Kami senang melihat orangutan yang dilepasliarkan di Kehje Sewen dapat hidup sejahtera dan bahagia di habitat alami mereka. Kami sangat berharap bahwa semua orangutan di Pusat Rehabilitasi kami dapat hidup seperti Bungan, Ajeng, Long, Arief, Hanung, dan Leonie di masa depan.

Teks oleh: TIM PRM di Camp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen

Dalam perayaan ulang tahun ke 25 BOS Foundation tahun ini, kami berharap orangutan rehabilitasi kami dapat terus http://pharmacyonline-rxgeneric.com/ hidup dengan aman di habitat alami mereka. Kami akan terus memantau kemajuan mereka dan berharap untuk http://viagra-rx-sildenafil.com/ memberikan informasi terbaru pada adaptasi mereka sepanjang tahun! Kamu dapat http://viagrageneric-onlinerx.com/ terus mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perbedaan untuk kelangsungan hidup masa depan orangutan!