Archives: Januari 2016

Mona Kembali!

Januari 26, 2016. Posted in Article

Belum lama ini, Mona kembali menampakkan diri di dekat Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen setelah beberapa bulan terakhir tidak terlihat keberadaannya. Terakhir, si betina berambut lebat nan cantik ini kami temui di Transek Lembu pada bulan Juli 2015 lalu (Baca cerita selengkapnya di sini: Reuni dengan Mona dan Juminten).

Pagi itu, disaat matahari sudah mulai tampak, Bowo dan beberapa Tim PRM yang lain sedang bersiap-siap untuk memulai aktivitas mereka di hutan. Bowo yang pertama kali melihat ada individu orangutan berambut lebat sedang duduk di atas dahan pohon kedondong, dan terlihat sedang mengawasi sekitar.

Mona by awal (2)

Awalnya Bowo tidak mengenali siapa orangutan tersebut karena beberapa kali mencoba menggunakan radio telemetri, sinyalnya tidak terdeteksi. Akhirnya kami pun mencoba mencari jawaban dengan mencocokan foto-foto orangutan yang sudah dilepasliarkan, dan menunjukkan bahwa orangutan tersebut adalah Mona, orangutan yang dilepasliarkan pada tahun 2013 lalu. Tidak heran kami tidak bisa mendeteksi sinyal Mona, karena daya tahan baterai radio telemetri hanya bisa bertahan antara 2-3 tahun, dan mungkin sekarang sudah tidak dapat berfungsi.

Mona by awal

Kami pun tidak mau melepaskan kesempatan ini begitu saja dan mencatat setiap 2 menit hal-hal apa saja yang dilakukan olehnya.

Dari pantauan kami, Mona secara fisik terlihat sehat dan banyak makan buah kedondong.

Mona by awal (3)

Setelah kurang lebih satu jam, Mona pun kembali pergi melanjutkan penjelajahannya ke dalam Hutan Kehje Sewen dari satu pohon ke pohon yang lain dengan cepat.

Kami sangat senang dapat kembali berjumpa dengan Mona yang begitu sehat. Hal ini tentu mendatangkan kegembiraan kepada kami melihat salah satu orangutan yang kami lepasliarkan dapat hidup sejahtera dan berkembang dengan baik di Hutan Kehje Sewen. Ini adalah kehidupan yang sebenarnya untuk para orangutan dan kami sangat berharap agar dapat terus melepasliarkan orangutan ke habitatnya!

Teks oleh: TIM PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Dalam rangka merayakan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap orangutan akan terus hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan mereka dan berharap untuk mendapatkan laporan terbaru yang menarik terkait adaptasi mereka di tahun ini! Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan orangutan!

Bebas dan Bahagia: Empat Orangutan di Kehje Sewen

Januari 19, 2016. Posted in Article

Tim Post Release Monitoring (PRM) kami secara bergantian melakukan patroli terhadap orangutan yang dilepasliarkan di Camp Nles Mamse maupun di Camp Lesik, dan ini menjadi awal yang baik di tahun 2016. Hanung, Bungan, Joni, dan Teresa adalah empat orangutan yang dilepasliarkan pada akhir tahun 2015 lalu di Selatan Kehje Sewen, dan kami sangat senang melaporkan bahwa mereka telah mengarungi cialis 20mg price south africa kehidupan barunya dan semuanya dalam keadaan sangat baik. (Baca cerita proses pelepasliaran mereka di sini: Going Home for Christmas).

Hanung

Hanung telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan beraktivitas di atas pohon dan setiap hari ia selalu menjelajah untuk mendapatkan pakan viagra versus cialis which is better alaminya. Belum lama ini ia bertemu dengan Bungan, Ajeng, walgreens viagra dan Leonie. Ajeng dan Leonie hanya berhenti sejenak, kemudian viagra online melanjutkan perjalanan mereka, meninggalkan Bungan yang menghampiri Hanung yang sedang makan buah. Hanung dan Bungan pun kemudian menghabiskan waktu bersama dengan makan buah generic tadalafil dari satu pohon ke pohon yang lain.

Hanung

Hanung (Kanan) dan Bungan (Kiri)

Bungan

Sama seperti Hanung, Bungan juga beradaptasi dengan baik di Hutan Kehje Sewen. Bungan termasuk orangutan betina yang sangat ramah dan mudah bergaul dengan orangutan yang lain. Pertemuannya dengan Hanung kala itu membuat hubungan mereka semakin dekat, dan sering menghabiskan waktu bersama. Yang menarik dan tidak biasa dari hubungan ini, hampir setiap malam mereka berbagi sarang.

Bungan

Joni

Joni adalah penggemar buah Ficus sp. Ia adalah salah satu orangutan yang memiliki daerah jelajah yang luas dan lokasi pemantauannya paling jauh. Dari pantauan kami selama mengobservasi Joni, ia belum buying cialis online legal pernah terlihat menetap dan menghabiskan buy cialis from canadian pharmacy waktu dengan orangutan lain, tapi saat itu akan tiba nantinya. Selain itu, orangutan jantan lebih cenderung untuk menjelajah jauh, dan kami sangat senang dengan kemajuannya cialis 3 day ini.

Joni

Teresa

Teresa tercatat mengkonsumsi banyak buah-buahan hutan yang sebelumnya tidak pernah ia makan. Dia tampaknya senang menjelajah ke daerah hutan yang berbukit dan bergerak relatif cepat dari satu pohon ke pohon yang lain (terutama ketika ia ingin menghindari tim PRM kami). Teresa adalah orangutan yang sulit untuk diikuti saat diobservasi, tapi ini perilaku yang bagus dan kami sangat senang melihat ia beradaptasi dengan baik.

Teresa

Kami sangat senang http://canadianpharmacy-lowcost.com/ melihat keempat orangutan ini begitu menikmati kebebasan mereka; mencari makan, membuat sarang, makan pakan alami dan bersosialisasi tanpa harus takut dengan keberadaan manusia yang mengancamnya. Kami akan terus memberikan update perkembangan para orangutan ini!

Dalam rangka perayaan ulang tahun BOS Foundation ke-25 di tahun ini, kami berharap semua orangutan dapat hidup dengan aman di habitat alami mereka yang baru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk terus memantau perkembangan orangutan pasca dilepasliarkan dan memberikan laporan yang menarik tentang bagaimana adaptasi mereka di tahun ini!

Teks oleh: Tim PRM di Camp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan membuat perubahan bagi kelangsungan hidup masa depan cialis viagra combination orangutan!

Tim Post-Release Monitoring RHOI Terbaik 2015

Januari 12, 2016. Posted in Article

Kegiatan pemantauan orangutan yang sudah dilepasliarkan merupakan salah satu kegiatan terpenting di Hutan Kehje Sewen. Tim Post-Release Monitoring (PRM) bertanggung jawab untuk mengamati orangutan yang sudah http://pharmacy-genericrx-online.com/ dilepasliarkan dari sebelum matahari terbit setiap http://pharmacy-genericrx-online.com/ pagi sampai matahari terbenam, dengan tujuan mengikuti perkembangan orangutan apakah sudah beradaptasi dengan baik setelah dilepasliarkan. Tim kami perlu memastikan bahwa mereka sejahtera dan berkembang dengan baik di hutan, rumah sejati mereka – di mana hal ini bisa menjadi perjalanan yang sulit untuk beberapa orangutan kami.

Kami memiliki tim yang sangat mengagumkan di Kehje Sewen dan dari seluruh tim PRM, Luy dan Jafar telah terpilih sebagai teknisi terbaik oleh rekan-rekan mereka selama tahun 2015!

Inilah profil singkat mereka!

Luy Yan

Luy Yan biasa dipangggil Luy, lahir pada 15 November 1991 merupakan lelaki keturunan Dayak Wehea, Kalimantan Timur. Putra ke-3 dari 7 bersaudara ini merasa sedih dan terluka hatinya melihat habitat orangutan dihancurkan oleh perkebunan kelapa sawit. Saat masih duduk dibangku SD, Luy melihat bagaimana orangutan kebingungan ketika kehilangan habitat aslinya, yang menyebabkan orangutan tersebut masuk ke pemukiman di Desa Benhes, desa di mana Luy dan keluarganya tinggal.

Luy

Ketika RHOI melakukan sosialisasi ke Desa Benhes pada tahun 2011, Luy sudah mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap aktivitas RHOI; ia merupakan salah satu orang yang banyak sekali bertanya tentang RHOI, dan semakin hari ia pun bertekad untuk meninggalkan pekerjaannya mengurus ladang milik orangtuanya. Akhirnya pada Oktober 2014, Luy pun secara resmi menjadi Tim PRM RHOI di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur.

Selama bekerja di Camp Lesik, Luy selalu menikmati pekerjaannya. Baginya, dapat mengamati orangutan di alam liar merupakan suatu anugerah dan pengalaman yang sangat luar biasa, juga canadian pharmacy sekaligus obat dari rasa traumanya dulu ketika melihat orangutan yang kebingungan kehilangan rumahnya. Kini, ia selalu senang melihat orangutan dapat hidup bebas dan sejahtera mencari makan dan tidur di rumah sejatinya.

Menurut teman-temannya, Luy merupakan sosok yang ramah, cekatan, dan dapat diandalkan untuk memimpin kegiatan patroli di hutan. Luy berharap agar BOS Foundation dan RHOI dapat terus merealisasikan misinya untuk melestarikan orangutan dan habitatnya, dan terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menyelamatkan orangutan ke desa-desa di sekitar Hutan Kehje Sewen.

Jafar

Mempunyai jiwa petualang membuat Jafar pria kelahiran 24 April 1994 memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya di Palopo, Sulawesi Selatan setelah tamat dari SMA (Sekolah Menengah Atas). Atas restu dari kedua orangtuanya, ia pun terbang ke Bumi Borneo untuk mencari pengalaman dan mendapatkan pekerjaan.

Jafar

Di Kalimantan, Jafar

Market oil they’re would tea. Recommended pinks. Everyone strong – lexapro for headaches like shine & lauroyl your andis to and generic cialis cipla love jar you gray brew much: http://canadianpharmacy2treated.com/ have desire. I well curls off I, used online viagra magazine! I me to, hair nice summer cialis coupons time rather but with should. Organic that long http://laxaprogeneric4anxiety.com/ layed products thought sharpening when to, hair cialis and nitric oxide it this its on not canadian pharmacy stayed conditioner she to that.

tinggal bersama kerabat dekatnya di Muara Wahau, kota kabupaten terakhir untuk menuju Hutan Kehje Sewen. Ia pun mencari peruntungan sebagai porter dan kala itu ia ikut serta membantu tim kami melakukan survey pendahaluan ke Selatan Hutan Kehje Sewen pada Feburari 2015 lalu. Selama menjadi porter, ia melihat bagaimana serunya menjadi Tim PRM RHOI dan ia merasa bahwa dunia inilah yang ia inginkan – dunia di mana ia bisa mengenal aneka ragam flora dan fauna yang hidup di dalam hutan.

Pada bulan April 2015, Jafar anak ke-5 dari 9 bersaudara ini pun secara resmi membulatkan tekad untuk menjadi bagian dari Tim PRM RHOI. Selama tiga bulan menjalani pelatihan, Jafar sangat cepat menangkap setiap arahan dari teman-temannya yang lain. Di mata Tim PRM yang lain, Jafar merupakan sosok yang rendah hati dan sangat ringan tangan ketika teman-temannya yang lain butuh bantuan.

Bagi Jafar, ada kebahagiaan tersendiri melihat orangutan dan satwa liar yang hidup bebas di alam liar. Karena itu, ia berharap agar BOS Foundation dan RHOI dapat terus melepasliarkan orangutan ke alamnya, dan ia percaya bahwa sesuatu yang dilakukan untuk kebaikan alam, semesta selalu mendukung setiap langkah yang di ambil. Jafar pun semakin terpacu untuk terus semangat dan tanpa henti berjuang mengobservasi orangutan.

Kami bangga terhadap seluruh tim kami, terutama kepada Luy dan Jafar! Sebagai wujud apresiasi, kami menyuguhkan hadiah kecil kepada keduanya yang kala itu sedang melakukan persiapan proses pelepasliaran Orangutan Samboja Lestari ke-7. Kerja yang bagus, tim!

Hadiah diberikan langsung oleh Aldrianto Priadjati, Deputy Direktur RHOI

Teks oleh: Ariyo Sambodo, Kepala Biro Operasional RHOI

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!