Archives: November 2015

Kamp Baru di Selatan Kehje Sewen

November 10, 2015. Posted in Article

Untuk mendukung upaya pelepasliaran di Kalimantan Timur, BOS Foundation dan RHOI (Restorasi Habitat Orangutan Indonesia) membangun sebuah kamp baru di bagian Selatan Hutan Kehje Sewen. Di wilayah ini, satu tim PRM http://spycellphone24h.com/ akan ditempatkan untuk memantau kondisi orangutan-orangutan yang dilepasliarkan. Pembangunan Kamp yang dinamakan Nles Mamse ini dimulai di bulan Agustus 2015. Nama Nles Mamse sendiri diberikan oleh masyarakat Dayak Wehea. Selama pembangunan berlangsung, tim PRM yang sudah mulai bersiap untuk beroperasi sejak awal September untuk sementara tinggal di flying camp. FOTO 1 Kendati tinggal di kamp sementara, tim yang bertugas selalu berusaha membuat bangunan temporer ini terasa senyaman mungkin. Tak hanya bangunan fisik tenda, tim juga melakukan perbaikan jalan setapak menuju titik rilis. Jalan setapak ini sebenarnya bekas jalur pemindahan kayu gelondongan hasil tebangan dari perusahaan kayu yang dulu pernah beroperasi di wilayah Hutan Kehje Sewen. Telah bertahun-tahun terlantar, jalanan itu kembali dipenuhi semak dan tanaman. Sebelum hari pelepasliaran yang jatuh pada tanggal 4 September lalu, tim lapangan bekerja keras memperbaiki jalan setapak dari tunggul-tunggul kayu dan bebatuan besar. Banyaknya tunggul kayu dan batu besar bisa menghambat kendaraan berpenggerak roda 4 kami yang akan dipergunakan untuk pengangkutan logistik atau kandang transport saat rilis. FOTO 3 Tepat tanggal 31 Agustus 2015 lalu, Kamp Nles Mamse yang pada saat itu telah online viagra nyaris rampung, diresmikan. Kepala Biro Operasional dan Perencanaan RHOI, Ariyo Sambodo yang memimpin tim advance yang berangkat lebih dulu di wilayah tersebut dan bertanggung jawab buy generic viagra untuk mempersiapkan kamp dan lokasi rilis, memberi sambutan kepada sekitar 20 orang yang bertugas. “Semoga Camp Nles Mamse ini nantinya dapat menjadi hunian yang nyaman dan dapat memberikan kebahagiaan untuk semua teman-teman kami yang bertugas melakukan monitoring di Selatan Kehje Sewen,” ujar Ariyo. FOTO 4 Acara berlangsung sederhana, namun menyenangkan, dan kami berterima kasih kepada dua juru masak kami di kamp, Mbak Sri dan Mbak Sum, semua orang benar-benar menikmati makanan yang sangat lezat. Patut diingat bahwa anggota tim yang bertugas di Kehje Sewen setiap harinya harus menjelajah wilayah yang cukup luas dan mengerjakan berbagai pekerjaan yang secara fisik the homework help melelahkan. Hidangan lezat merupakan pelarian yang sempurna. Tak hanya membangun perkemahan dalam segi fisik, sumber daya manusia pun dikembangkan untuk membentuk tim monitoring yang baik, terampil, dan solid. Keterampilan menggunakan kompas GPS diberikan kepada para teknisi PRM yang baru bergabung oleh Staf BMP (Best Management Practice), Eko Prasetyo. Keterampilan dasar ini juga didukung dengan keterampilan penting lainnya seperti mengenali jenis pohon, yang menunjang kegiatan monitoring dan survei fenologi. Seluruh data ini wajib diketahui oleh seluruh anggota tim PRM untuk mendapatkan pencatatan data yang akurat. buy generic viagra http://spycellphone24h.com/ pageKamp Nles Mamse sendiri kini telah http://spycellphone24h.com/ siap huni. Bangunan ini dilengkapi dengan panel surya untuk penerangan di malam hari, dan mendukung kinerja tim yang ada dalam melakukan kegiatan monitoring dan mengumpulkan data yang bermanfaat dari Ajeng, Long, Arief, Leonie, dan Erica yang telah dilepasliarkan pada September 2015 lalu. catsSemoga kamp ini akan terus menjadi rumah yang nyaman bagi para pejuang orangutan kami yang bertugas di Selatan Hutan Kehje Sewen.

Teks oleh: Tim Komunikasi BOSF-RHOI

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!

Yayang dan Anaknya Yang Sehat

November 3, 2015. Posted in Article

Setelah beberapa hari Yayang dan keluarga kecilnya tidak terlihat, tim PRM kami di Camp Lesik, di sebelah utara Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur memutuskan untuk meluangkan beberapa hari khusus mengumpulkan data tentang Yayang dan kedua anaknya. Sebelum meninggalkan Camp Lesik, tim melakukan pengecekan sinyal radio Yayang. Alat ini menunjukkan indikasi saat menerima sinyal dari pemancar kecil yang ditanamkan di orangutan.

patroli yayang by rusda

Setelah berjam-jam Arif, Rizal, dan Ilham menjelajahi Hutan Kehje Sewen, mereka tak juga berhasil mendeteksi sinyal radio telemetri Yayang.

Sekitar pukul 2 siang, tim kami yang sedang bertugas menjaga Camp Lesik melihat Yayang sedang bergelantungan bersama bayinya tidak jauh dari kamp. Tim ini segera mengambil alih tugas pengamatan aktivitas Yayang, sementara Arif, Rizal, dan Ilham kembali melanjutkan patroli mencari sinyal orangutan lain.

Selama diobservasi Yayang dan bayinya yang masih menempel di perut, banyak melakukan aktivitasnya di atas pohon dan sesekali turun ke tanah untuk makan umbut-umbutan. Sementara Sayang, beberapa ratus meter dari Yayang, tampak asyik bermain sendirian dan beristirahat di atas semak-semak dedaunan.

FOTO 2 - FOTO YAYANG & BAYINYA bu Usup

FOTO 3 - FOTO BAYI YAYANG CLOSE UP by Luy

sayang by handoko

Menjelang sore hari, Yayang kembali masuk ke belantara Hutan Kehje Sewen. Sementara Sayang membangun sarangnya tidak jauh dari Camp Lesik.

Sangat senang melihat kondisi Yayang dan bayinya beserta Sayang sehat dan tampak bahagia. Yayang membuktikan diri sebagai ibu yang baik untuk kedua anaknya. Kami juga senang melihat Sayang yang terus berkembang, aktif, dan semakin mandiri di Hutan Kehje Sewen.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!