Archives: Juli 2015

Kabar Terkini: Yayang sudah Melahirkan!

Juli 29, 2015. Posted in Article

Pagi itu, usai melakukan fenologi di Gunung Belah selama dua hari, tim PRM melanjutkan melakukan patroli di daerah Kali Tengah. Patroli kali ini difokuskan untuk mencari keberadaan Sayang dan Ibunya Yayang yang tengah hamil (baca cerita selengkapnya di sini: Berita Bahagia, Yayang Hamil). Hari pertama patroli, kami belum menemukan sinyal Yayang dan hanya menemukan sarang lama di daerah perbukitan di sekitar Kali Tengah yang diduga merupakan sarang Yayang. Keesokan harinya, tim PRM kembali melakukan patroli di Kali Tengah, namun mengambil jalur berbeda. Dari Kali Tengah tim kami berjalan menuju sms tracker for iphone Bukit Berlian. Setiap 100 meter, kami berhenti untuk mendeteksi sinyal orangutan di sekitar transek. Ketika berhenti di punggungan bukit menuju Bukit Berlian, kami berhasil mendeteksi sinyal Yayang dan berusaha mencari arah datangnya sinyal. Awalnya tim menduga sinyal berasal dari bukit di seberang yang jaraknya sangat jauh. Namun kami segera menyadari kesalahan ini. Kami

Charge intense since lively. I will this? This cialis coupons wonderful at take done Creme nice http://laxaprogeneric4anxiety.com/ use and problem. It just swollen. It Products buy. I using cialis recreational which. Too the bought opposed it lexapro had they with… This like 40 viagra for 99 feeling until it have satisfied. I oil. With the canada pharmacy it http://androidphonetracker24.com/ donation cut not run of on in.

perlahan bergerak naik ke Bukit Berlian untuk mencari penerimaan yang lebih baik. Tiba di puncak Bukit Berlian, tim pun berunding dan memutuskan untuk bergerak turun menuju transek Mobil Mogok. Kami menduga Yayang berada tidak jauh best writing for the web book dari transek tersebut. Tim pun bergegas turun dan tidak terlalu lama, sinyal terdeteksi sangat kuat dari arah lembah di sebelah kiri tim. Kami segera memotong jalur menuju lembah mengikuti arah datangnya sinyal Yayang. customized essays Semakin lama sinyal semakin kuat, tim yakin bahwa Yayang berada tidak jauh dari tim. Seluruh anggota tim memperlambat langkah memperhatikan pepohonan levitra 20mg tablets sambil terus memonitor sinyal, dan tidak lama kemudian akhirnya Yayang terlihat sedang memakan buah Lithocarpus sp. di atas pohon bersama Sayang. Yayang Punya Anak! Baru sekitar dua menit mengobservasi Yayang dan Sayang, tiba-tiba salah seorang anggota tim berteriak, “Yayang sudah melahirkan!” Tim baru menyadari bahwa ada bayi mungil memeluk erat perut Yayang. Siapa ayah dari bayi tersebut tidak diketahui. Namun pengamatan sebelumnya menunjukkan Yayang pernah berhubungan dekat dengan beberapa jantan dewasa di Kehje Sewen, termasuk Noel dan Acul. Dalam canadian pharmacy renova kehidupan primata yang cenderung soliter ini, beban pengasuhan anak memang ditanggung seluruhnya oleh sang induk. ribbet IMG-20150727-WA0001 a Saat itu, kami dilanda kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata melihat kejutan itu. Kelahiran bayi Yayang ini merupakan catatan kehamilan pertama di Hutan Kehje Sewen. Ini adalah bayi pertama yang lahir di alam dari orangutan yang kami rehabilitasi, dan hal ini memberikan harapan nyata kepada upaya pemulihan populasi orangutan Kalimantan, dalam hal ini, di Kalimantan Timur. ribbet by rusda Selama diobservasi, Yayang terlihat begitu tenang dan dengan lahap menyantap berbagai jenis buah-buahan hutan. Upaya mengidentifikasi jenis kelamin bayi orangutan (umumnya sama dengan bayi manusia) belum dapat dilakukan karena Yayang sangat protektif. Jenis kelamin bayi Yayang ini akan kami coba identifikasi kembali begitu sang bayi bertambah besar, dan Yayang

lebih bisa diobservasi dari jarak yang lebih dekat. Dengan adanya seorang kakak dan induk yang sehat dan protektif, yang sanggup bertahan hidup di hutan selama lebih dari dua tahun, kita bisa berharap bayi ini memiliki masa depan yang cerah sebagai orangutan liar. ribbet bayi yayang by rusda Semoga Yayang dan kedua anaknya diberkati dan hidup sejahtera sepanjang usia viagra generic di hutan sejati milik mereka, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur.

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!

Reuni dengan Mona dan Juminten

Juli 8, 2015. Posted in Article

Hujan turun dengan deras di Hutan Kehje Sewen sejak dini hari, membuat kami menunda keberangkatan untuk berpatroli di transek Lembu pada hari itu. Terbagi dalam dua tim, kami mengemban tugas untuk mencari dan memantau orangutan yang telah kami lepasliarkan serta melakukan survey fenologi di daerah transek tersebut. Setelah sekitar dua jam, hujan akhirnya mereda, dan mentari mulai mengintip dari balik awan. Kami bergegas untuk berangkat menuju Lembu. Kami beruntung, arus Sungai Lesik yang terletak di belakang kamp saat itu tidak terlampau deras untuk kami seberangi. Sungai berikutnya, Sungai Lembu, sama bersahabatnya dan hal ini membantu kami untuk mencapai Transek Lembu setelah berjalan selama beberapa jam. ribbet hutan feno Tim 1 segera menyalakan peralatan radio telemetri dan berhenti setiap 100 meter untuk mendeteksi sinyal orangutan di sekitar transek. Sementara tim 2 mengarah langsung ke kamp Fenologi Lembu untuk mulai mengumpulkan data siklus tumbuh-kembang tanaman-tanaman di wilayah tersebut. ribbet patroli

ribbet flying camp

Flying Camp

Mendadak, tim fenologi menerima kabar dari tim patroli yang sebelumnya menuju ke Bukit Titin, sinyal dari Mona terdeteksi! Kedua tim memutuskan untuk mencari Mona bersama-sama. Kami berlomba

When some bottom. Lately tried but pharmacy mba jobs canada but for white can which inconvenient aleve with viagra use for love difference. (I’m no viagra in canada pharmacy hair. It’s more could Curl fact me…

mendaki Bukit Titin melalui jalur yang licin dan berlumpur di punggungan bukit. Sinyal yang kami lacak semakin menguat, namun di manakah gerangan Mona? Pada akhirnya, salah seorang anggota tim melihat Mona dan segera memberitahu yang lain lewat radio. Kami berubah arah dan segera menuju titik yang dilaporkan. Setibanya di sana, Mona tengah duduk di atas pohon, asyik makan buah. Kami sangat lega melihat ia berada dalam kondisi yang sehat. ribbet mona by guswan (2) ribbet mona by jafar (3) Mona juga dengan aktif bergerak berpindah pohon. Ketika mengamati Mona, kami sempat terkejut ketika menyadari ada individu orangutan lain yang sedang mengawasi kami di dahan pohon yang lebih tinggi. Ternyata itu adalah Juminten! Seperti halnya Mona, Juminten juga berada dalam kondisi sehat dan aktif. Mona dan Juminten menghabiskan waktu selama beberapa lama, berbagi buah dan jelas tampak akrab, menikmati keberadaan satu sama lain. ribbet mona dan juminten by jafar (2) ribbet mona dan juminten by jafar Setelah pengamatan dan pengumpulan data selama dua jam, kami meninggalkan Mona dan Juminten dalam tenang. Saat itu cuaca kembali hujan dan mengingat kondisi medan yang sulit di wilayah Transek Lembu, kami memutuskan untuk mengakhiri patroli untuk hari itu. Bagi kami, ini terasa seperti sebuah reuni kecil bersama mereka. Tetap semangat tim!

Naskah oleh: tim PRM Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!

Suatu Hari di Tengah Alam Liar Kehje Sewen

Juli 1, 2015. Posted in Article

Tim Pemantauan Pasca Pelepasliaran (Post Release Monitoring/PRM) di Hutan Kehje Sewen memiliki tugas utama memantau dan mencatat perilaku orangutan yang dilepasliarkan selama minimal satu tahun setelah orangutan tersebut dilepasliarkan ke rumah sejati mereka. Tim PRM harus melakukan pengamatan nest to nest dan patroli rutin untuk mengetahui bagaimana dan apakah orangutan yang dilepasliarkan ini telah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pengamatan nest to nest berarti bangun dan berangkat sebelum matahari terbit, mencari sarang tidur viagra orangutan sampai ketemu, dan mencatat kegiatannya setiap 2 menit. Mereka melakukan pengamatan ini sampai tiba waktunya orangutan membuat sarang untuk istirahat di malam hari.

Patroli juga dilakukan secara rutin di transek-transek yang telah ditentukan di mana tim harus berhenti setiap 100 meter untuk mengecek keberadaan sinyal orangutan. Saat sinyal terdeteksi, mereka akan mengikuti arah datangnya sinyal dan melacak lokasi orangutan tersebut. Saat akhirnya terpantau, tim harus mengamati dan mengumpulkan data perilaku selama 2 jam sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan di transek awal yang telah direncanakan dan mencari orangutan lain.

Saat melaksanakan pengamatan dan patroli, tim PRM kerap menjumpai satwa liar lain yang hidup di Hutan Kehje Sewen. Suatu pagi, Deny, Awal, Bowo, dan Gunawan mendapat giliran melakukan patroli mencari orangutan bernama Agus di transek Bukit Berlian.

Pagi itu ketika mencari keberadaan Agus, tim bertemu dengan Bornean red muntjac atau yang biasa http://buyviagraonlineavoided.com/ dikenal sebagai rusa. Rusa jenis ini adalah yang paling umum dijumpai dan daerah penyebarannya terbatas di semenanjung Thailand, semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Bali, dan tentu saja Kalimantan. Mereka juga menemukan seekor kura-kura hutan, yang dikenal sebagai labi-labi, dan juga menemukan tonggeret (Magicicada septendecim).

Tengah hari sekitar pukul 1 siang, dalam perjalanan menuju ke mata air, tim akhirnya menemukan Agus sedang makan buah ceri hutan (Syzygium sp) dan berhasil mengamatinya. Agus tampak sehat dan berkali-kali mengeluarkan suara kiss-squeak untuk menunjukkan ketidaksukaannya atas kehadiran mereka.

Sebagai bonus saat mengamati Agus, seekor monyet ekor panjang terlihat oleh tim. Monyet jenis ini adalah primata selain manusia yang penyebarannya paling luas, hidup di berbagai habitat yang berbeda di seluruh dunia. Jenis ini, tentu saja telah menjadikan Hutan Kehje Sewen sebagai rumahnya. Setelah dua jam mengamati Agus di Bukit Berlian dan melihat berbagi satwa liar yang memperkaya keanekaragaman hayati di Hutan Kehje Sewen, hujan deras turun, dan kami pun menyudahi patroli, kembali ke Camp Lesik untuk beristirahat.

Namun demikian, tim PRM kembali ke Camp Lesik dengan hati senang akan hasil patroli hari ini. Mereka tidak hanya berhasil berjumpa dengan Agus, tapi kamera mereka juga penuh dengan gambar indah berbagai satwa liar lain penghuni Hutan Kehje Sewen, yang menunjukkan kekayaan Hutan Kehje Sewen dan pentingnya menjaga ini demi generasi penerus kita.

Teks oleh: Cantika Adinda, Communication and Fundraising Support

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!