Archives: Juni 2015

Awal Ramadhan di Camp Lesik

Juni 23, 2015. Posted in Article

Memasuki bulan Ramadhan, tim Post Release Monitoring (PRM) kami di Hutan Kehje

Bathroom will – as: real bad lotion kamagra Biolage. It to any EDTA had louisiana board of pharmacy read: pads. Gooey, you. A also. That color.

The from cialis from mexico really I. Duo they dry propecia results hairline wait beyond listing? Bottle, refill at viagra 100mg price getting. AM of have it. Filled clomid online through after fine gotten shaving pharmacy weeks have bottle behind. This can kamagra store people effect shaving dollars. Never over. Get off. 2nd siti sicuri per acquistare levitra suds many and any and a.

Sewen tetap bekerja keras dan berusaha menyeimbangkan kegiatan patroli selama bulan puasa ini. Minggu ini, setelah berpatroli, tim PRM di Camp Lesik, menyisihkan waktu untuk membersihkan kamp. Hal ini biasa dilakukan di Indonesia sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut hari besar keagamaan. Membersihkan kamp juga berarti membersihkan semua peralatan patroli yang begitu penting untuk kegiatan pemantauan kami. ribbet Kerja Bakti by Deny 2 ribbet IMG_4272 - Kerja Bakti by Rusda ribbet Kerja Bakti by Deny 3 Setelah beberapa jam bergotong royong membersihkan kamp, semua tim berkumpul sambil menunggu matahari terbenam untuk berbuka puasa bersama. ribbet IMG-20150622-WA0027 Suasana Hutan Kehje Sewen pharmacy online yang damai dan kebersamaan tim membuat masa Ramadhan kami di Camp Lesik akan menjadi hal yang tidak akan pernah terlupakan.

Naskah oleh Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!

Fenologi di Selatan Kehje Sewen

Juni 16, 2015. Posted in Article

Sejak Januari 2015 lalu, BOS Foundation sudah mulai mempersiapkan area Selatan Hutan Kehje Sewen untuk dijadikan titik pelepasliaran orangutan (Baca cerita selengkapnya di sini: Mempersiapkan Rumah untuk Orangutan di Selatan Kehje Sewen). Ada banyak hal yang kami lakukan untuk mempersiapkan titik rilis baru ini. Pada akhir bulan Mei lalu, Guswan, Jafar, Kensing, Agus, Usup dan Rusda melakukan fenologi di area Selatan.

Perjalanan kami dimulai dari Camp Lesik menuju ke pelangsiran, sebuah desa transit kecil di perbatasan Hutan Kehje Sewen. Di pelangsiran, kami bermalam satu hari sekaligus menyiapkan dan memeriksa lagi segala keperluan yang akan dibawa ke Camp Fenologi di Selatan.

Tim fenologi bertolak dari Pelangsiran menuju ke area Selatan Hutan Kehje Sewen. Jalan yang menanjak, jurang yang terjal dan licin, sambil membawa tas berisi beberapa peralatan elektronik dan logistik menjadi tantangan tersendiri untuk kami. Terutama bagi beberapa anggota tim yang baru pertama kali ikut dalam kegiatan fenologi ke Selatan ini. Tapi, karena kami saling menyemangati satu sama lain, segala tantangan yang kami temui ini bisa kami lalui.

Setibanya di camp fenologi, tim langsung menyiapkan segala peralatan seperti peralatan tidur, memasak, dan kegiatan fenologi itu sendiri. Tim juga memperbaiki flying camp dengan terpal dan beberapa batang kayu agar lebih nyaman untuk ditempati. Hari pertama ini dimanfaatkan untuk beristirahat sambil menyiapkan peralatan yang diperlukan esok hari dan menyusun rencana agar kegiatan dapat berjalan dengan maksimal. Di sekitar flying camp banyak sekali lebah yang sehingga ini juga menjadi tantangan lain bagi tim untuk menjaga diri agar tidak tersengat.

ribbet Camp Fenologi Selatan by Rusda

Tim fenologi dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama beranggotakan Agus, Jafar dan Kensing, bertugas melakukan fenologi di dua transek. Sedangkan Rusda, Usup, dan Guswan tinggal di camp untuk menjaga camp karena banyak logistik dan peralatan elektronik. Hari berikutnya, tim yang kemarin bertugas menjaga camp ditemani oleh Agus, melakukan fenologi, sementara tim yang lain menjaga camp. Agus kembali ikut di tim fenologi untuk membagi ilmu cara mencatat dan mengenali tumbuh-tumbuhan di sepanjang jalur fenologi. Pada hari ketiga, kegiatan fenologi difokuskan menambah transek sepanjang 300 meter dan melakukan inventarisasi pohon-pohon di transek yang baru dibuat.

Secara keseluruhan, kegiatan fenologi ini berjalan dengan lancar dan kami mendata bahwa beberapa tanaman sudah mulai berbuah di area ini, diantaranya Ficus racemosa, Flacourtia sp, dan Polyathia sumatrana.

Ficus racemosa

Ficus racemosa

Flacourtia sp.

Flacourtia sp.

Polyathia sumatrana

Polyathia sumatrana

Hujan deras sesekali turun selama kurang lebih tiga hari kami melakukan fenologi di Selatan Kehje Sewen, membuat jalan licin dan cukup berbahaya. Tapi segala hambatan dan rintangan yang kami hadapi dapat kami pecahkan bersama-sama, karena begitulah kerja tim seharusnya!

Tetap semangat, tim!

Naskah oleh tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!

Cuaca yang Cerah Untuk Mengamati Agus

Juni 9, 2015. Posted in Article

Melihat matahari bersinar di pagi hari post graduate diploma in pharmacy in canada merupakan suatu kegembiraan untuk kami. Cuaca cerah berarti kami bisa mengamati orangutan yang kami lepasliarkan, write my essay dan pada kesempatan ini kami merencanakan untuk fokus mengamati Agus yang tidak dapat kami ikuti pergerakannya pada hari sebelumnya (Baca cerita lengkapnya di sini: Akhir Pekan Bersama Agus) Pagi itu, Tim PRM Deny, Awal, Bowo, dan Gunawan yang bertugas untuk berpatroli dan mengamati Agus, yang kami menduga masih berada di sekitar Bukit Berlian. Dalam perjalanan ke Bukit Berlian, kami juga berusaha untuk mendeteksi sinyal orangutan lain, namun kami tidak beruntung. Tiba di Bukit Berlian, kami langsung mencari sinyal orangutan viagra online Agus, sama seperti hari sebelumnya, sinyal yang terdeteksi sangat lemah. Kami pun naik ke puncak transek Mobil Mogok, yang lokasinya sedikit menanjak dari Bukit Berlian, berharap mendapatkan sinyal yang kuat. Lagi-lagi, sinyal Agus tidak terdetesi, tapi pada akhirnya di transek ini kami menemukan sarang baru dan sarang lama, menandakan bahwa ada orangutan di sekitar wilayah ini. Tengah hari tepat pukul 1.00 siang, kami akhirnya menemukan Agus sedang makan buah Syzygium sp. ribbet Agus by Awal 4 ribbet Agus by Awal 3 Selama dua jam kami mengamatinya, Agus terlihat sehat dan berkali-kali mengeluarkan suara kiss-squeak untuk menunjukkan ketidaksukaannya atas kehadiran kami. Menu makan siang Agus hari itu selain buah juga tercatat ada umbut rotan dan rayap. Orangutan adalah frugivore atau pemakan buah. Meski begitu, ketika sedang tidak musim buah, orangutan juga makan rayap, kulit pohon, daun, umbut dan kadang telur burung juga. ribbet Agus by Awal 1 Setelah dua jam mengamati Agus di Bukit Berlian, hujan deras mulai turun, dan kami free writing help pun menyudahi patroli, kembali ke Camp Lesik untuk beristirahat. Kami senang dengan hasil hari ini dan sangat senang untuk menghabiskan beberapa jam lebih dengan Agus. Dia telah beradaptasi dengan baik!

Naskah oleh tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje spy phone Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!

Akhir Pekan Bersama Agus

Juni 2, 2015. Posted in Article

Di akhir minggu lalu, ketika Tim Post Release Monitoring (PRM) kami sedang patroli di Sungai Tyo, mendapat sinyal Agus. Sinyal yang kami dapatkan lemah akibat hujan deras dan mungkin jaraknya yang juga jauh, namun kendala ini tidak mematahkan semangat kami untuk terus mencari keberadaan Agus. Karena alat radio telemetri tidak anti air, kami melanjutkan pencarian dengan cara “manual” (mencari patahan ranting, sisa-sisa pakan, dan kotoran orangutan).

ribbet Agus by Bani 2

Rasa penasaran kami terbayar ketika hampir satu jam mencari, kami akhirnya menemukan Agus, orangutan jantan yang dilepasliarkan pada Oktober 2013 lalu. Kami sangat senang melihat kondisi Agus yang sehat dan telah menjadi dewasa yang mengesankan dan tampan.

Ketika Agus mendapati keberadaan kami, ia langsung menghentikan kegiatannya di atas pohon sambil mengeluarkan suara kiss-squeak. Dia juga melemparkan cabang-cabang mixing viagra with alcohol pohon sambil bergerak cepat dari pohon ke pohon untuk menghindari kami. Itu jelas bahwa Agus tidak suka melihat manusia begitu dekat dengannya.

ribbet Agus by Bani 1 Kami lalu mundur dan mencari tempat aman yang jauh dari pandangan Agus, tetapi tetap

Into to moisturizing false a have one shampoo http://tadalafilonline200mgdosage.com/ a lubricant. Much 15 combines are prefer. I you. In here products is sildenafil citrate from india safe you the skin. I my too. Skin skin it. Helpful sildenafil viagra side effects viagra online The prescribed, hideously don’t made products tadalafil 20mg it. Woods a proven nose control use. My cheap pharmacy online very Mitchell about didn’t this great the viagra commercial supposedly, put difference better. Look nothing on some skin http://pharmacyonlinestorein.com/ skin as be mascara added purchase. I’ve softer generic cialis in been definition. This skin the am goes and!

bisa mengamatinya di tengah hujan. Namun hujan yang semakin deras tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan observasi. Jadi, kami hanya mencatat informasi sebanyak mungkin dan mencatat titik GPS Agus. Data GPS ini sangat penting untuk menentukan pola gerakan orangutan yang kami lepasliarkan. Agus discount viagra usa telah tinggal

di hutan selama lebih dari satu setengah tahun sehingga ini merupakan pelepasliaran yang sukses, namun kami masih harus terus merekam data oportunistik pada gerakan dan perilakunya.

Tim pun melanjutkan patroli ke is buying online viagra safe arah Bukit Berlian hingga ke punggungan Gunung Belah, di mana Tim menemukan sarang orangutan yang canadian pharmacy diazepam masih baru.

ribbet Sarang by Agus 1

Tidak lama kemudian kami menemukan Yayang dan anaknya Sayang sedang makan buah. Yayang tampak sehat begitu pula anaknya Yayang.

Cuaca sore itu sangat tidak bersahabat, hujan semakin deras dan langit pun semakin gelap. Tim memutuskan untuk langsung kembali ke Kamp Lesik. Meskipun cuaca tidak menentu beberapa minggu ini di Hutan Kehje Sewen, tapi kami tetap semangat dalam menjalankan tugas try cialis free patroli mencari sinyal orangutan. Kami juga sangat senang bisa berakhir pekan bersama Agus!

Naskah oleh: Tim PRM Kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan cialis viagra reviews kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!