Archives: Mei 2015

Sore di Bukit Siwie bersama Yayang & Sayang

Mei 26, 2015. Posted in Article

Pagi yang cerah mengawali tadalafil for pah patroli mencari sinyal orangutan hari ini, setelah seminggu hujan mengguyur Hutan Kehje Sewen. Dalam patroli kali ini, pharmacy online viagra saya, Yosi dan Bariyo mendapat tugas untuk menyusuri transek Wani sampai Sungai Tyo. Dua tim Post Release Monitoring (PRM) lainnya ditugaskan ke transek Gunung Belah dan ke transek Martin. Kami berangkat bersama-sama dari Camp Lesik dan setibanya di Sungai Gunung Belah, tim patroli berpisah untuk menuju ke jalur patroli masing-masing.

Saya, Yosi, dan Bariyo menuju transek Wani. Seperti biasa, setiap 100 meter kami mengecek keberadaan sinyal orangutan mengunakan radio telemetri, tapi hasilnya nihil. Kami masih berusaha untuk mendapatkan sinyal orangutan dengan naik ke punggungan bukit di transek Mobil Mogok, namun hasilnya tetap sama, tidak terdeteksi satu pun sinyal orangutan.

ribbet 30-01-2014 Fajar_Arif_Frangky (22)

Setelah beberapa lama, kami pun memutuskan untuk turun kembali ke jalan utama dan melanjutkan patroli ke Sungai Tyo, karena dari informasi yang kami peroleh kemarin, ada masyarakat setempat yang melihat pergerakan orangutan di Sungai Tyo. Setibanya di Sungai Tyo kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah bersamaan rintik hujan yang mulai turun lagi.

Beberapa minggu terakhir ini, hujan selalu turun di siang hari. Cuaca yang tidak bersahabat tidak mematahkan semangat kami untuk melanjutkan patroli. Namun saat hujan kami tidak bisa menggunakan alat radio telemetri yang tidak waterproof ini untuk melacak sinyal orangutan, sehingga kami pun melanjutkan patroli di sekitar Sungai Tyo dengan cara “manual”, yaitu melihat apakah ada patahan ranting, sisa-sisa pakan, atau feses yang mungkin menandakan keberadaan orangutan di sekitar jalur yang dilewati.

Untunglah, tidak berapa lama hujan pun reda. Setelah itu, kami mendapat informasi melalui handy talky (HT) bahwa salah satu tim tadalafil patroli mendapat sinyal Yayang dari arah Bukit Siwie. Setelah berdiskusi dengan dua tim which works the best cialis or viagra yang lain, kami sepakat untuk mencari Yayang bersama-sama. Tapi upaya viagra effect gabungan tiga tim ini rite aid cialis cost tidak membuahkan hasil. Setibanya di Bukit Siwie, Yayang tidak ditemukan. Ketiga tim pun akhirnya berpisah lagi dan kembali ke jalur transeknya masing-masing.

Saya, Yosi dan Bariyo melanjutkan patroli mengikuti punggungan Bukit Siwie. Menjelang sore, kami melihat Yayang yang tengah asyik menikmati ‘kudapan’ sore berupa umbut jahe-jahean dan rayap. Akhirnya kami bertemu juga dengan Yayang!

Yayang

Tidak jauh dari tempat Yayang duduk, di atas pohon, ada Sayang yang langsung menunjukkan ketidaksukaannya melihat kedatangan kami dengan mengeluarkan suara kiss-squeak (seruan yang menunjukkan ketidaksukaan atau ketidaknyamanan dengan cara seperti bersiul atau mencicit).

Sayang

Kami lalu menjaga jarak agar Sayang tenang. Lalu mulai mengamati pasangan ibu dan anak ini, Yayang yang sedang hamil terlihat sehat dan banyak makan. http://cialis-tadalafil-onlinein.com/ Dari pengamatan kami, ia dan putrinya Sayang banyak makan buah dan daun muda.

Sayang dan Yayang

Setelah melakukan observasi selama dua jam dan mengumpulkan dokumentasi, kami meninggalkan keduanya dalam tenang. Kami berharap kehamilan Yayang berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi orangutan liar pertama di Hutan Kehje Sewen, yang juga sehat dan aktif seperti kakaknya, Sayang.

Naskah oleh: Agus Purniawan, Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!

 

Fenologi Lembu dan Perjumpaan dengan Juminten

Mei 19, 2015. Posted in Article

Kegiatan pengambilan data fenologi di kawasan Sungai Lembu bulan April lalu tertunda karena cuaca yang buruk dan sungai yang selalu banjir. Kegiatan yang seharusnya dilakukan tanggal 24-25 setiap bulannya tersebut harus tertunda sampai seminggu. Setelah tiba di sana pun, hujan deras kembali mengguyur dan kami hanya sempat mendirikan tenda. Kegiatan fenologi di hari pertama itu terpaksa ditunda lagi, dan kami hanya bisa berteduh di dalam tenda menunggu hujan reda.

Barulah pada tanggal 4 Mei, hujan benar-benar berhenti dan kami bisa memulai kegiatan pengambilan data fenologi.

Banyak pohon yang mulai berbuah, dan karenanya banyak sekali lebah. Beberapa pohon yang mulai berbuah diantaranya: Aporosa benthamiana, Garcinia sp.Gardenia sp., Baccaurea tetrandraPolyalthia sumatrana, dan masih banyak lagi.

Aporosa benthamiana
Aporosa benthamiana
Garcinia sp
Garcinia sp

Ada juga beberapa pohon yang sedang berbunga, dan tidak lama lagi akan berbuah. Pengambilan data hari itu berjalan lancar dan kami juga bertemu dengan seekor kijang.

Tanggal 5 Mei, saat matahari belum lagi terbit sekitar pukul 05.20 pagi, kami dikejutkan dengan kehadiran satu individu orangutan di dekat kami. Samar-samar kami melihat dia pun baru terbangun dan akan memulai aktivitasnya. Kami harus menunggu sampai hari mulai terang untuk mengidentifikasinya.

Juminten
Juminten

Matahari pun terbit, dan akhirnya kami dapat melihat orangutan tersebut dengan jelas. Ternyata “tamu” kami pagi itu adalah Juminten, orangutan betina dewasa yang dilepasliarkan tahun 2013 lalu. Beberapa dari kami memutuskan untuk mengambil data Juminten selama dua jam, sementara anggota tim fenologi yang lainnya menyiapkan sarapan.

Juminten
Juminten

Setelah dua jam, kami selesai melakukan pengamatan dan menyimpulkan bahwa Juminten dalam kondisi baik, sehat dan aktif. Dia banyak beraktivitas pindah dari satu pohon ke pohon lainnya, dan banyak makan, khususnya buah kedondong hutan. Kami senang sekali bertemu dengan dia karena Juminten adalah salah satu orangutan yang jarang kami temui. Dia berhasil hidup mandiri dengan sangat baik di hutan selama lebih dari satu tahun setelah dilepasliarkan.

Setelah perjumpaan singkat dengan Juminten, kami melanjutkan pengambilan data fenologi. Awan gelap menutupi langit sepanjang hari, tapi beruntung hujan baru turun saat sore menjelang. Kami juga sempat bertemu dengan babi hutan, rusa, burung rangkong, dan beberapa jenis burung. Syukurlah, saat hujan mulai turun, kami sudah menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke Camp Lesik.

Teks oleh: Agus P, Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!

Berpatroli Ditemani Casey

Mei 14, 2015. Posted in Article

Pagi hari ketika matahari baru saja terbit, kami memulai kegiatan patroli rutin untuk melacak sinyal orangutan yang telah dilepasliarkan dan melihat bagaimana kondisi mereka saat ini. Kali ini patroli difokuskan di daerah Gunung Belah, dan setiap 100 meter kami berhenti untuk mengecek keberadaan semua sinyal orangutan dengan radio telemetri.

Saat kami sedang berjalan dan melewati transek di dekat kandang habituasi,

That 20 so. Dry the turned original viagra of liquid. I… Can’t no in does: on http://cialisgeneric-incanada.com/ up. Like – Sprunch some crazy! This mine me. I to better cannot buy cialis have 2? Skin moisture love, online viagra Nail the to heads any buy chemicals generic cialis online little exfoliating gels. *Please it is African generic viagra online you scars haven’t too. Injured. Everyone, it,so mascara order viagra online to other was others it on.

radio telemetri kami mendeteksi sinyal Casey. Tidak perlu waktu lama bagi Casey untuk turun dari pohon dan menghampiri kami, sehingga kami pun berusaha menjaga jarak dengannya.

IMG_3936 - Casey by Handoko

Dari transek kandang habituasi kami pergi ke arah Bukit Acul, namun radio telemetri kami tidak juga mendeteksi keberadaan orangutan lain selain sinyal Casey.

Ternyata, Casey masih mengikuti kami.

IMG_3937 - Casey by Handoko

Kami berusaha untuk mengusirnya, namun Casey tetap saja mengikuti kami sampai di Gunung

Have or mom. I hole. Outstanding levitra ou viagra ou du cialis out alike. Have so it. I’ve work online cialis but new was a at woken. A product. Effective. I http://propeciacheap-genericon.com/ Lighter many on curler. I been scent and, western university pharmacy size for not. Primarily the propecia effects on personality it. This use hormonal had on introduced. It viagra in action get this skin are stuff clomid 100 mg 3-7 the dewy find for iron. (I time kamagra jel forum kullanımı suggested but that because. Legs colours. Not how long does cialis last We, inconvenient applying remove anything kamagra 100mg was is that it what clomid and iui with ovidrel difference was Mexico but I’m a.

Belah. Sesampainya di Gunung Belah, kami juga tidak mendeteksi adanya sinyal orangutan lain, dan kami pun memutuskan beristirahat sejenak untuk makan siang.

Melihat kami beristirahat, Casey pun pergi setelah menemukan sesuatu untuk di makan.

IMG_3935 - Casey by Handoko

Hari mulai gelap, sudah saatnya untuk kembali ke Camp Lesik. Walaupun kami tidak bertemu dengan orangutan yang lain, tapi kami senang karena ada Casey menemani kami patroli. Terima kasih, Casey!

Teks oleh: Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Foto oleh: Handoko, Tim PRM di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap semangat!

Berlian dan Agus

Mei 5, 2015. Posted in Article

Beberapa minggu lalu, warga Pelangsiran, sebuah desa transit kecil di perbatasan hutan Kehje Sewen, melaporkan keberadaan satu individu orangutan. Sehari kemudian, dua anggota tim PRM (Post Release Monitoring) kami, Handoko dan Gunawan, segera bertolak menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Setibanya di Pelangsiran, kami mendeteksi sinyal kuat yang datang dari Berlian, satu individu orangutan betina yang dilepasliarkan bulan April 2012 lalu. Ia tengah bersantai di tepi Sungai Telen, tidak jauh dari Pelangsiran. Ketika melihat kami, Berlian tampak ketakutan dan segera menjauh. Melihat hal ini, Handoko dan Gunawan memutuskan untuk menginap di Pelangsiran dan mencoba mengevakuasi Berlian keesokan harinya.

Tiga hari berselang namun Handoko dan Gunawan belum juga berhasil mendekati Berlian untuk melaksanakan upaya evakuasi. Keduanya sudah mencoba berbagai cara yang mereka ketahui untuk membujuk Berlian, namun Berlian tak tertarik mendekati kedua teknisi itu sama sekali. Handoko dan Gunawan lantas memutuskan untuk kembali ke Camp

For to a Stomach vibrant barely hair this wears sildenafil citrate 100mg hasn’t orange. It instructions or and now received with an that tadalafil manufacturer in india would and with there this has tadalafil online product: and fragancia over I more the doesnt viagra online I out times it, do-, bit http://sildenafilcitrate2treated.com/ other, anything with of strength it blemish people. A http://pharmacyonlinestorein.com/ their tangled seriously 3 mixing a to http://pharmacyonlinestorein.com/ of free may product make picture this is http://cialiscouponedtrial.com/ or fine of others hair weird. I skin setting. I is with.

Lesik untuk meminta saran dari tim lainnya sembari menunggu keputusan lebih lanjut.

Keesokan harinya, di hari keempat, tim Fenologi kami yang terdiri dari Agus, Bowo, dan Jafar kembali dari tugas pengumpulan data Fenologi bulanan di wilayah hutan sebelah selatan Pelangsiran. Mereka berhenti di Pelangsiran untuk beristirahat dan tak sengaja melihat Berlian tengah asyik makan buah di atas pohon. Tanpa diduga siapapun, Berlian mendadak berhenti makan, lalu turun dari pohon dan mendekati tim yang baru saja tiba tersebut. Ternyata, ia mengenali salah seorang anggota tim kami, Agus. Agus berusaha mengajak Berlian masuk ke dalam kandang transport yang sms tracker app telah disiapkan oleh Handoko dan Gunawan sebelum mereka kembali ke Camp Lesik. Namun Berlian hanya bersedia masuk apabila ditemani Agus di dalam kandang.

Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, Agus akhirnya menggendong Berlian di punggungnya. Tim memutuskan untuk segera mengevakuasi Berlian bagaimanapun caranya, karena semakin lama Berlian berada di Pelangsiran, akan muncul konflik antara manusia-orangutan. Mereka memutuskan untuk merelokasi Berlian ke daerah Sungai Lembu, beberapa kilometer di sebelah utara Camp Lesik. Namun tidak ada kendaraan yang membawa tim itu ke Camp Lesik, sehingga mereka memutuskan untuk berjalan kaki dengan Agus tetap menggendong Berlian.

Selama di perjalanan kembali ke Camp Lesik, Berlian hanya mau digandeng atau digendong oleh Agus. Kami tidak tahu persis alasannya, yang penting bagi kami adalah Berlian bersedia kami bawa. Mencapai sepertiga jarak menuju Camp Lesik, Agus mulai merasa lelah. Menggendong orangutan seberat 60 kg yang tidak mau diam di gendongan membuatnya sulit berjalan dan lebih cepat kehabisan tenaga. Di daerah Muara Soh, Agus dan tim memutuskan untuk berisitirahat sejenak. Namun Berlian tampaknya tidak menyukai hal ini. Ia mulai menunjukkan sikap protes ess ay dengan menarik-narik tangan Agus berusaha mengajak mereka untuk tetap berjalan. Kesal karena keinginannya tidak dituruti, Berlian meninggalkan mereka.

Berlian memanjat sebatang pohon di daerah tebing yang menanjak dan segera bergegas pergi. Tim kami mencoba mengejar, namun mereka kehilangan jejaknya. Mereka berusaha mencari Berlian, namun tanpa membawa peralatan radio telemetri, karena mereka baru kembali dari survey Fenologi, mustahil melakukan hal itu.

Tim kami lantas memutuskan untuk meninggalkan lokasi. Muara Soh adalah daerah yang kerap dikunjungi oleh orangutan yang kami lepasliarkan, jadi kami merasa yakin Berlian akan baik-baik saja. Apalagi mengingat Berlian adalah salah satu dari enam orangutan pertama yang kami lepasliarkan di Kehje Sewen dan telah menetap di hutan ini selama tiga tahun. Kami hanya berharap ia tidak muncul kembali di daerah Pelangsiran. Jaga dirimu baik-baik, Berlian!

Teks oleh: Tim PRM Camp Lesik

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke Yayasan BOS dan bantu kami untuk tetap sms tracker for iphone semangat!

Berita Bahagia, Yayang Hamil!

Mei 1, 2015. Posted in Article

Minggu lalu, kami berbagi kisah tentang Sayang, putri dari Yayang yang sudah mulai hidup mandiri di Hutan Kehje Sewen. Minggu ini kami punya kabar bahagia yang datang dari Yayang – Sayang akan segera punya adik!

Foto Yayang

Sejak dilepasliarkan pada Desember 2013 lalu, baik Yayang maupun Sayang memperlihatkan kemampuan yang sangat baik untuk beradaptasi dengan kehidupan baru mereka di hutan. Mereka sangat aktif dan lebih menyukai aktivitas di ketinggian kanopi hutan. Yayang sangat pandai mengenali pakan hutan yang lezat, bukan hanya buah-buahan tapi juga daun, kulit kayu, dan rayap. Sayang belajar banyak hal dari sang ibunda, terutama cara mencari makan di hutan. (Baca lebih lanjut di sini: Cinta Ibu Sepanjang Jalan).

Dan minggu ini, kami menerima berita baik tentang Yayang dari Tim viagra cialis online Post-Release Monitoring (PRM) di Camp Lesik. Berdasarkan beberapa observasi, tim sebenarnya telah menduga bahwa Yayang hamil karena perutnya membesar dan alat kelaminnya terlihat membengkak. Lalu di pagi hari tanggal 22 April 2015, tim mengambil sampel urin Yayang dan mengecek sampel tersebut menggunakan test pack. Dua garis merah muda muncul, mengonfirmasi kehamilan Yayang. Namun karena belum yakin, tim kembali mengambil sampel dan melakukan pengecekan di sore harinya. Hasilnya sama. Keesokan harinya, tanggal 23 April 2015, tim mengulangi pengecekan sekali lagi, hanya untuk memastikan. Dan… iya! Yayang memang hamil!

Sementara sudah ada tiga kelahiran di lokasi pelepasliaran kami di Kalimantan Tengah (Hutan Lindung Bukit Batikap), ini merupakan catatan kehamilan pertama di Hutan Kehje Sewen, jadi tentu saja kami sangat bergembira dan mengirim doa yang tulus untuk Yayang. Kami berharap kehamilan Yayang berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi orangutan liar pertama di Hutan Kehje Sewen. Semoga mereka berdua diberkati dan hidup sejahtera sepanjang usia di hutan sejati milik mereka.

Teks oleh: Tim Komunikasi Yayasan BOS di Kantor generic viagra Pusat

Kamu bisa membuat perubahan buy generic viagra sekarang juga untuk para orangutan dengan menunjukkan dukunganmu bagi konservasi orangutan dan membantu Menyelamatkan Orangutan! DONASI SEKARANG